Merpati Ingin Terbang Lagi, Beberapa Tahapan Ini Harus Bisa Dilewati

JawaPos.com – PT Intra Asia Corpora bersama Merpati Nusantara Airlines disebut telah menyepakati komitmen senilai Rp 6,4 triliun untuk mengembalikan si burung besi ke dunia penerbangan dalam negeri setelah sempat absen sejak 2014. Namun, komitmen itu masih jauh dari utang yang dimiliki maskapai.

Merpati Airlines diketahui memiliki kewajiban hingga Rp 10,72 triliun dengan aset sebesar Rp 1,21 triliun. Per 31 Desember 2017, posisi ekuitas Merpati malah tercatat minus Rp 9,51 triliun. Dari total utang tersebut, diperkirakan Kementerian Keuangan memegang utang sekitar Rp 2,9 triliun.

Berkaca pada hal tersebut, suntikan kepada Merpati masih jauh dari kata cukup. Namun, Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu menilai hal itu tidak masalah. Selama perseroan masih bisa membayar utang mandatorynya, kewajiban lainnya bisa ditunaikan saat sudah beroperasi.

“Utang yang masalah itu utang mandatory atau utang yang diharuskan (dibayar) baru bisa terbang. Kalau hanya utang korporasi itu bisa saja nanti direstrukturisasi. Utang mandatory itu utang pajak, utang izin, utang kepada negara,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat (16/11).

Selain itu, perjalanan Merpati untuk bisa kembali terbang diakuinya juga masih panjang. Mereka harus mendapatkan Izin Usaha dan Sertifikat Operator Pesawat Udara, Merpati harus mengajukan kembali dan memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam UU nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan serta aturan-aturan turunannya.

Adapun yang menjadi persyaratan sebuah perusahaan untuk memperoleh izin mengacu pada Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 25 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara, dan Perubahannya dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 90 Tahun 2018 tentang Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Sektor Perhubungan Di Bidang Udara.

Ia berharap kebangkitan Merpati akan terjadi dan memberikan dampak ekonomi yang baik. “Masih (panjang perjalanan Merpati),” tutupnya.

(hap/JPC)