Saat Menko Darmin Dapat Ancaman Demo Dari Pengusaha Tempe Soal DNI

JawaPos.com – Pemerintah telah menerbitkan paket kebijakan ekonomi ke-16 beberapa waktu lalu. Salah satu poin penting dalam kebijakan tersebut memuat tentang Daftar Negatif Investasi (DNI).

Dalam perjalanannya, kebijakan tersebut malah menimbulkan polemik. Pemerintah dianggap tidak pro terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) karena mengizinkan bidang usaha di sektor tersebut dibuka untuk asing.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan jika bidang usaha UMKM tidak dibuka untuk asing. Pasalnya, Undang-undang (UMKM) telah mengatur nilai investasi di bawah Rp 10 miliar tidak diizinkan bagi asing.

Bahkan, mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini telah melakukan sosialisasi untuk menjelaskan polemik tersebut. Dirinya mengakui mendapat ancaman demonstrasi dari pengusaha tempe.

“Intinya bahwa nggak ada UKM yang dibuka untuk asing. Malah di luar ada yang nanya ke saya ‘pak Darmin, saya (dari) industri tempe gimana usaha saya? Itu kita mau demo, itu dibuka asing di situ’. Lah darimana lagi dapat berita? Nggak betul itu, saya bilang,” ujarnya saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (28/11).

Lebih lanjut, Darmin menyebut spekulasi soal aturan DNI ini sudah melebar. Padahal, beberapa kali dirinya menegaskan tidak mengizinkan asing menguasai bidang usaha UMKM.

Oleh karena itu, dirinya dalam waktu dekat akan berbicara dengan menteri terkait. Nantinya, hasil pertemuan itu diharapkan sudah menemui titik terang dari polemik panjang soal DNI.

“Intinya paling-paling saya mau ngajak ngobrol beberapa menteri akhir minggu ini. Yah Kamis (atau) Jumat inilah saya cari waktu, kemudian finalkan, Senin kita akan naikkan ke presiden karena itu dasar hukumnya adalah Perpres,” pungkasnya.

(hap/JPC)