Produktifitas Meningkat, Pupuk Indonesia Sabet 44 Penghargaan

JawaPos.com – Pupuk Indonesia Group raih 44 Penghargaan Temu Karya Mutu & Produktivitas Nasional (TKMPN) XXII dan International Quality and Productivity Convention (IQPC) 2018 yang diselenggarakan 27-30 November di Harmoni One Hotel and Convention, Batam, Kepulauan Riau.

“Perolehan penghargaan ini wujud dari keseriusan kami untuk Memperkuat Budaya Mutu dan Daya Saing melalui pengembangan Innovasi dan Produktivitas,” ujar Kepala Corporate Communication PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana dalam keterangan resmi, Sabtu (1/12).

Ajang yang diselenggarakan oleh Wahana Kendali Mutu (WKM) dan Asosiasi Manajemen Mutu & Produktivitas Indonesia (AMMPI) ini didukung oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dengan total peserta TKMPN XXII dan IQPC 2018 mencapai 2.050 orang terbagi dalam 466 gugus dari ratusan perusahaan berskala nasional dan internasional, insan pendidikan, kesehatan, hingga birokrasi, yang tersebar pada 14 stream. Ditambah ratusan peserta dari sejumlah negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura dan Thailand.

“Prestasi ini akan memberikan motivasi pada karyawan untuk selalu berinovasi dalam mengatasi tantangan di Perusahaan masing-masing, serta penghargaan atas kerja keras dan loyalitas kepada Perusahaan melalui ide kreatif dan inovasi untuk kemajuan Perusahaan,” tambah Wijaya.

Kategori penghargaan yang diraih Pupuk Indonesia grup yaitu : 

1. PT Petrokimia Gresik: 10 Platinum dan 5 Gold

2. PT Pupuk Kujang: 1 Diamond, 4 Platinum, dan 2 Most Favorite

3. PT Pupuk Kaltim: 1 Diamond, 7 Platinum, 3 Gold, 2 Best Performance dan Juara 2 Quiz Mutu

4. PT Pupuk Sriwidjaja Palembang: 3 Platinum dan 5 Gold.

Sejak 2015 hingga Oktober 2018, PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat penjualan total ekspor produk pupuk sebanyak 4,22 juta ton dan amoniak sebanyak 2,45 juta ton dengan nilai penjualan produk pupuk hingga USD 985 juta atau sekitar Rp 14,2 triliun (Rp 14.500 per USD).

Tercatat pada tahun 2015, total ekspor pupuk mencapai 844 ribu ton, namun pada 2018 hingga Oktober telah mencapai 995 ribu dengan prognosa dapat mencapai 1.475.978 ton pada akhir 2018. 

Tren positif ini tidak bisa dipisahkan dari upaya peningkatan daya saing produk melalui berbagai upaya efisiensi untuk menekan biaya produksi, antara lain melalui peningkatan efisiensi konsumsi bahan baku gas dan efisiensi biaya distribusi.  

Kebijakan penurunan harga gas juga memberikan pengaruh positif pada peningkatan daya saing produk pupuk dan non pupuk di pasar internasional.

“Pupuk Indonesia akan terus memacu penjualan ekspor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Nasional dengan menyumbang devisa Negara dan kembali memperkuat nilai Rupiah dengan tetap mengutamakan pemenuhan pupuk dalam Negeri” jelas Aas Asikin Idat, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero). 

Adapun, total dari 2015 sampai Oktober 2018, Pupuk Indonesia telah mengekspor baik produk pupuk maupun non pupuk sejumlah 6,67 juta ton dengan nilai Rp 24,8 triliun. Khusus untuk tahun 2018, hingga bulan Oktober, Pupuk Indonesia telah menyumbang Rp Rp 6,31 triliun dari ekspor produk pupuk maupun non pupuk. 

Nilai ekspor pada 2018 ditargetkan dapat mencapai Rp 9,069 trilliun pada akhir tahun, meningkat 62 persen dari tahun sebelumnya. Capaian ini akan menjadi pencapaian tertinggi sepanjang empat tahun ke belakang. 

(uji/JPC)