Berkah Skybridge Bagi PKL Tanah Abang

Jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang. Foto Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Jakarta: Hadirnya jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang membawa berkah tersendiri bagi pedagang kaki lima (PKL). Mereka yang dulu berjualan di trotoar Tanah Abang, kini difasilitasi tempat khusus.
 
Salah satu penjual makanan dan minuman, Ita, mengaku omzetnya naik tiga kali lipat setelah pindah ke skybridge. “Dulu di bawah mah sehari Rp1 juta. Sekarang bisa Rp3 jutaan,” ujar Ita saat berbincang dengan Medcom.id, Selasa, 15 Januari 2019.
 
Hal serupa diamini Yuyun yang menjual aneka batik. Menurutnya, tempat yang strategis membuat omzetnya naik. “Banyak orang lewat dari Stasiun Tanah Abang jadi banyak yang beli,” kata Yuyun di lokasi.
 
Yuyun mengaku saat jualan di trotoar, omzetnya sekitar Rp1 juta per hari. Namun saat di skybridge, omzetnya meningkat. “Bisa Rp3 juta kalau ramai. Cuma rata-rata Rp2 juta – Rp2,5 juta,” beber Yuyun.

Baca: PKL Tanah Abang Diduga Setoran ke Preman

Pedagang yang pindah ke skybridge harus membayar uang sewa Rp500 ribu per bulan. Kendati demikian, Ita dan Yuyun tidak keberatan. “Mendingan begini. Tempat adem, bersih, aman, rame yang lewat,” ujar Ita.
 
Sedangkan Yuyun berpendapat dirinya tidak perlu repot mengurusi tenda dan takut cuaca buruk. “Dulu mah repot. Bikin tenda, turunin lagi. Hujan kehujanan, panas kepanasan,” pungkas Yuyun.
 

(FZN)