Depo MRT Tak Bisa Dibangun di Kawasan Stadion BMW

Kereta MRT di Depo Lebak Bulus. Foto: MI/Adam Dwi

Jakarta: Direktur PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Darwoto mengatakan depo Moda Raya Terpadu (MRT) tahap II tidak bisa dibangun di kawasan Stadion BMW, Sunter, Jakarta Utara. Pasalnya, luas lahan tidak cukup.

“Mestinya tidak (tidak ada depo), karena pembangunan kawasan yang ada stadionnya itu kan sudah diputuskan, jadi enggak mungkin digabung bersamaan dengan depo,” kata Dwi di Depo Lintas Rel Terpadu (LRT) Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis, 10 Januari 2018.

Dwi menjelaskan, pembangunan Depo MRT fase II membutuhkan lahan 12 hektare. Sementara, luas lahan kawasan Stadion BMW 25 hektare. “Berarti tinggal 13 hektare, cukup enggak untuk stadion dan kawasan lainnya? Enggak cukup,” ujarnya.

Alasan lainnya, Depo MRT fase II itu masuk kategori objek vital. Dengan begitu, depo tidak boleh berada di kawasan yang ramai pengunjung. Sementara, Stadion BMW itu rencananya bakal jadi markas klub sepak bola Ibu Kota, Persija.

“Nah akhirnya nanti terserah MRT atau JICA mau apakah tetap di Kampung Bandan atau di tempat lain,” ungkapnya.

Namun, Dwi mengamini kawasan Stadion BMW tetap membutuhkan fasilitas transportasi semacam stasiun MRT. Hal ini untuk memudahkan akses bagi para pengunjung. 

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana membangun Depo MRT fase II di lahan Stadion BMW. Kebijakan ini dilakukan karena lahan di Kampung Bandan yang sedianya menjadi letak Depo MRT Fase II bermasalah.

(AGA)