DKI Gaet Swasta Revitalisasi Lima Taman

Jakarta: Anggaran revitalisasi lima taman di DKI Jakarta diperkiraan menghabiskan dana Rp140 miliar. Anggaran bisa berkurang bila Pemprov DKI berhasil mendapatkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Kita anggarkan dari hasil hitungan. Kalau kita dapat swasta (CSR) maka anggaran akan kita kembalikan kepada negara,” kata Kepala Dinas Kehutanan DKI Suzi Marsita di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu, 9 Januari 2018.

Dinas Kehutanan DKI masih mencari perusahaan yang bersedia merevitalisasi lima taman tersebut. Suzi menargetkan, revitalisasi taman selesai tahun ini.

“Harus tahun ini selesai. Kecepatannya tergantung proses pengadaan barang jasa. Kalau kita gunakan CSR tentu lebih cepat,” ungkap dia.

Revitalisasi Taman Tebet, Taman Tugu Tani, Taman Langsat, Taman Puring, dan Taman Matraman dinilai perlu lantaran sudah sekitar 15 tahun tak diperbaiki. Masing-masing akan dibuat taman tematik, seperti di taman pintar berlalu lintas di Tebet.

(Baca juga: NasDem DKI Sarankan Revitalisasi Taman Gunakan Dana CSR)

Namun, Suzi belum bisa memastikan tema-tema untuk lima taman itu. Pasalnya, revitalisasi taman masih proses perencanaan.

Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus menyarankan Pemprov DKI membangun kerja sama dengan swasta untuk revitalisasi lima taman di DKI. Tujuannya, agar anggaran revitalisasi taman bisa dialokasikan ke pos anggaran lain, seperti perbaikan saluran dan penanggulangan banjir. 

Terkait mahal tidaknya anggaran tersebut, Bestari tak mau menyimpulkan. Mahal murahnya revitalisasi taman tergantung pada spesifikasi dan konsep taman itu sendiri. Semakin ikonik taman tersebut maka anggaran tersebut dianggap wajar.

“Ya tergantung nanti spesifikasinya macam apa. Kalau modelnya biasa saja ya mahal. Kalau ikonik ya okelah,” kata Bestari.

(Baca juga: DKI Anggarkan Rp140 Miliar untuk 5 Taman)
 

(REN)