MRT Manjakan Lansia dan Difabel

Jakarta: Manajemen MRT Jakarta mengaku sangat konsen pada kaum lanjut usia (lansia) dan difabel. Manajemen menyiapkan fasilitas khusus di setiap stasiun sehingga membuat nyaman ketika mereta menggunakan kereta MRT Jakarta.

‎”Memang stasiun MRT sendiri kita buat ramah terhadap teman-teman disabilitas terhadap anak-anak, orang tua dan orang berkebutuhan khusus itu ada jalur khusus kita siapkan elevator dan eskalator,” kata ‎Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar ‎saat wawancara khusus bersama Medcom.id, Kamis, 10 Januari 2018.

Selain itu, dia mengaku ada juga gerbong khusus y‎ang disediakan untuk lansia dan difabel. Jadi, lansia dan difabel tak perlu takut karena manajemen MRT Jakarta telah mendesain semua fasilitas dengan baik.

‎”Ada gerbong khusus, tempat duduk khusus, toilet khusus. Jadi telah kami siapkan. Semua itu sudah ada, telah kita desain sebaik mungkin agar nyaman,” jelas dia.

Kini, kata William, progres pembangunan MRT Jakarta fase I rute Lebak Bulus ke Bundaran Hotel Indonesia (HI) telah mencapai 98,1 persen. Pengerjaan pembangunan diharapkan berjalan secepatnya agar operasi resmi bisa berjalan di Maret 2019.

Cara: Depo MRT Tak Bisa Dibangun di Kawasan Stadion BMW

‎”Kita juga sedang melakukan uji coba operasi. Uji operasi ini yang kita kerjakan sampai Februari. Dari Februari akan kita uji coba operasi secara penuh ke bulan Maret,” ungkap William.

Panjang jalur di fase I, lanjut dia, mencapai 16 kilometer (km). Sementara itu, jumlah stasiun ada sebanyak 13 stasiun, dengan 7 stasiun layang dan ada 6 stasiun bawah tanah. 

“Kalau Anda lihat tadi satu per satu hampir semua stasiun secara struktural susah rampung. Pekerjaan yang masih kita selesaikan ini adalah pekerjaan interior, finalisasi, itu yang kita benahi, dan terkait elektronik. Tapi, secara konstruksi semua sudah tuntas,” tukas dia.

(OGI)