DKI Tambah Pinjaman Truk Sampah buat Pemkot Bekasi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melihat proses pencucian truk sampah – Medcom.id/Nur Azizah.

Jakarta: Pemprov DKI Jakarta kembali meminjamkan truk sampah untuk Pemerintah Kota Bekasi. Sebanyak lima truk tambahan digunakan untuk mengakut sampah ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengungkapkan truk yang dipinjam pakai ke Pemkot Bekasi seluruhnya ada 55 unit. Pengadaan truk itu sudah berlangsung sejak tiga tahun belakang.

“Sejak tiga tahun yang lalu kami Pemprov DKI Jakarta berikan 50 truk, sekarang tambah 5 jadi 55 unit,” kata Isnawa di TPST Bantargebang, Bekasi, Selasa, 15 Januari 2018.

Pemprov DKI juga membangun fasilitas pencucian mobil. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingin truk-truk dari Bantargebang bersih sebelum kembali ke Jakarta.

“Truk harus bersih sehingga tidak menimbulkan gangguan di masyarakat,” ungkap Anies di lokasi. 

(Baca juga: Pengelolaan Sampah Terpadu Sunter Mulai Dibangun)

Tempat pencucian truk beroperasi selama 24 jam dan dapat membersihkan truk hanya dengan waktu lima menit. Dalam sekali pencucian, tempat itu dapat menampung sekitar 16 unit.

“Jadi, tempat ini enggak ada batasan jam operasionalnya. Setelah buang sampah di titik-titik zona buang, mereka akan langsung dibersihkan,” ungkap Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu sempat melihat proses pencucian salah satu truk sampah. Setelah meninjau, Anies meminta teknologi semprotan diperbaiki.

“Penyemprotan masih belum bagus karena alat semprot itu untuk jarak dekat sementara kalau dari atas tempat saya berdiri tadi, jaraknya agak jauh. Jadi, airnya menyebar. Ini yang harus dikoreksi supaya alatnya lebih kuat dan lebih fokus,” pungkas Anies.

(REN)

Kolong Skybridge Masih Dijaga Satpol PP

Kondisi di bawah JPM Tanah Abang. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Jakarta: Pemandangan pedagang kaki lima (PKL) di bawah kolong jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat, kini sudah tidak terlihat. Satpol PP masih rutin berpatroli. 

Pantauan Medcom.id di lokasi, Selasa, 15 Januari 2018, tidak ada lagi PKL di bawah kolong jembatan. Lalu lintas terpantau lancar. 

Koordinator Satpol PP Jakarta Pusat Lesmi Tarigan mengaku, sejak pihaknya rutin patroli, pedagang menjadi tertib.

“Sudah tidak ada lagi. Sekarang kami rutin keliling Tanah Abang tiap dua jam sekali,” kata Lesmi saat berbincang dengan Medcom.id di lokasi. 


Satpol PP berjaga di bawah JPM – Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto. 

Lesmi mengakui, sebelum Satpol PP rutin memantau, masih ada beberapa pedagang yang berjualan di trotoar.

“Sebelumnya masih ada satu dua orang. Biasa jualan minuman. Kalau ditertibkan, bilangnya jualan buat perut (makan). Tetap kami tertibkan,” tutur Lesmi.

Selain berkeliling, Satpol PP juga diberikan tempat. Kini, ada tenda khusus petugas. 

“Tendanya baru hari ini dikasih. Untuk seterusnya bakal ada untuk memudahkan kami keliling,” kata Lesmi. 


Satpol PP berjaga di bawah JPM – Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto. 

(REN)

Proyek MRT fase II Tetap Berlanjut

Jakarta: Proyek Angkutan Cepat Terpadu atau Mass Rapit Transit (MRT) Jakarta fase II Bundaran HI-Kota akan tetap berlanjut. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan hal tersebut walau Pemprov DKI belum memutuskan lokasi depo MRT.

“Proyek ini tidak berhenti, keputusan kita bertahap sambil kita tentukan lokasi barunya. Jangan sampai proyeksinya terhenti gara-gara keputusan depo-nya,” kata Anies di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin, 14 Januari 2019. 

Dia mengatakan, MRT akan beroperasi optimal sampai di kota dengan 22 sampai 23 kereta. Lokasi depo fase II tidak akan menjadi kendala karena akan menggunakan depo di Lebak Bulus.  

“Tidak menjadi kendala untuk pembangunan fase II, karena menggunakan depo di Lebak Bulud dan ruang-ruang stasiun di masa off, itu masih bisa dilakukan,” ucap Anies. 

Anies melanjutkan bila operasi MRT lebih dari 23 kereta, maka pihaknya akan mencari depo baru. Tidak hanya itu, dengan 23 kereta dianggap cukup mengangkut 400 ribu orang per hari.

“Di atas 22 atau 23 kereta, di situ kita harus memiliki depo baru. Dan 23 kereta ini sudah bisa angkut lebih dari 400 ribu orang per hari,” jelas dia.

Sebelumnya, Direktur PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Darwoto mengatakan depo Moda Raya Terpadu (MRT) tahap II tidak bisa dibangun di kawasan Stadion BMW, Sunter, Jakarta Utara. Pasalnya, luas lahan tidak cukup.

(SCI)

Proses Verifikasi Peminat Hunian DP Rp0 Molor

Pembangunan hunian DP Rp0. Foto: Medcom.id/Cindy.

Jakarta: Penyelesaian proses verifikasi peminat rumah tanpa uang muka atau down payment (DP) Rp 0 tidak sesuai jadwal. Unit Pengelola Teknis (UPT) Fasilitas Pemilik Rumah Sejahtera Dinas Perumahan dan Kawasan barus selesai melakukan verifikasi administrasi.
 
“Verifikasi administrasi sudah selesai. sekarang lagi seleksi data-data kependudukannya ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), data perpajakannya ke Dinas Pajak dan Perbankan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” kata Kepala UPT Fasilitas Pemilik Rumah Sejahtera Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi DKI Jakarta, Dzikran Kurniawan kepada Medcom.id, Senin, 14 Januari 2019.
 
Terkait target proses verifikasi yang seharusnya selesai pada Desember 2018, Dzikran menjawab pihaknya akan berupaya menyelesaikannya bulan ini. “Kalau bisa diupayakan bulan ini, karena akhirnya mereka akad juga setelah rumahnya jadi,” ucapnya.

Baca: Rusun DP Rp0 Jadi Rebutan 2.400 Orang

Proses verifikasi sudah berlangsung hampir dua bulan. Verifikasi dilakukan setelah pendaftaran ditutup pada 21 November 2018.
 
Verifikasi dilakukan untuk menghindari kebocoran data yang tak sesuai syarat. Dzikran menjelaskan pihaknya tidak ingin buru-buru melakukan tahap verifikasi tersebut. “Kita tidak ingin ada yang lolos tahap verifikasi,” katanya.
 
Sebelumnya, ada 2.481 responden yang mendaftar pembelian rumah DP Rp0. Sebanyak 1.035 orang berminat rumah tipe 21 dan 1.389 orang memilih tipe 36 di kawasan Klapa Village, Duren Sawit, Jakarta Timur.

(FZN)

Kalla: Pembangunan LRT di Kota Lebih Mahal

Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut biaya pembangunan light rail transit (LRT) di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) lebih besar ketimbang di luar Jakarta. LRT Jabodebek dibangun melayang.

“Bergantung di mana LRT itu (dibangun). Kalau di tengah kota itu elevated (melayang), kalau di luar kota tidak perlu elevated. Lebih murah membebaskan lahan dari pada membangunnya,” kata Kalla di Grand Hotel Sahid, Jakarta, Senin, 14 Januari 2019.

Baca: LRT Velodrome-Kelapa Gading Siap Dioperasikan

Menurut dia, pembengkakan biaya pembangunan LRT juga ditentukan lamanya pengerjaan. Semakin cepat pembangunan, dana yang digunakan lebih efisien.

“Kalau mahal pasti lama,” tegas dia.

Baca: LRT akan Terintegrasi TransJakarta

Kalla sebelumnya mengkritik pembangunan LRT yang menelan biaya sampai Rp500 miliar per kilometer. Pembangunan LRT dengan skema jalan layang tersebut dinilai kurang efektif.

“Siapa konsultannya yang bikin sehingga biayanya Rp 500 miliar per kilometer? Kapan kembalinya (modalnya) kalau dihitungnya seperti itu?” ujar Kalla, Jumat, 11 Januari 2019.

(OJE)

Bestari: Kawin Bukan Urusan Pemprov

Pasangan calon pengantin mengucapkan ijab kabul didepan pengulu saat mengikuti nikah massal di area Park and Ride, Thamrin, Jakarta. Foto: MI/Susanto.

Jakarta: Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus mengkritik sertifikat layak kawin yang diwajibkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Dia menilai Pemprov tak perlu mewajibkan hal ini.

“Kawin bukan urusan Pemprov DKI, kalau nikah kan ke KUA (Kantor Urusan Agama),” kata Bestari di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Senin, 14 Januari 2019. 

Dia menyarankan agar sertifikat layak kawin itu dihapuskan. Jika memang ingin warganya sehat sebelum menikah, Pemprov DKI sebaiknya cukup mengeluarkan imbauan cek kesehatan. 

“Harusnya imbauan, manfaatnya apa itu (sertifikat layak kawin),” ucap Bestari. 

Menurut dia, kewajiban membuat sertifikat layak kawin itu menyusahkan masyarakat. Seharusnya, Pemprov DKI hanya menggiatkan sosialisasi cek kesehatan. 

“Nanti jadi nikah siri semua. Kalau mau nikah saja dihalang-halangi, enggak usahlah jadi kewajiban membuat sertifikat, kewajiban Gubernur (Anies Baswedan) kan untuk mengerahkan aparatur dalam melakukan sosialisasi, bukan (membuat) sertifikat,” tegas Bestari. 

Pemprov DKI mengeluarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 185 Tahun 2017 tentang Konseling dan Pemeriksaan Kesehatan bagi Calon Pengantin. Cek kesehatan harus dilakukan dan menjadi syarat untuk mengurus surat pengantar nikah dari kelurahan. 

(OGI)

Proyek Besar MRT di Empat Mata Angin Jakarta

Jakarta: Fase pertama jalur moda raya terpadu (MRT) tinggal sentuhan terakhir. Tak perlu menunggu lama lagi, warga ibu kota bisa menikmati transportasi massal berbasis rel ini Maret mendatang. Pengelolanya menjamin, dari Lebak Bulus menuju bundaran Hotel Indonesia, hanya butuh 30 menit. Setara dengan nonton dua video di saluran Youtube Ria Yunita atau dikenal dengan Ria Ricis.

Keberhasilan pengoperasian fase pertama ini tentu saja akan menjadi ukuran untuk fase berikutnya. Saat ini PT MRT tengah merancang pembuatan fase kedua dan fase ketiga yang akan menghubungkan empat penjuru jakarta; yakni utara ke selatan dan timur ke barat. Seperti apa rencana besar PT MRT untuk mewujudkannya, berikut obrolan lengkap wartawan Medcom.id Dian Ihsan Siregar bersama Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, akhir pekan lalu.

Kapan MRT benar-benar beroperasi? 

Konstruksi fase pertama MRT kita targetkan selesai Maret 2019. Fase ini melayani rute Lebak Bulus menuju ke bundaran Hotel Indonesia. Saat ini posisinya sudah 98,1 persen. Uji operasi kita lakukan hingga Februari. Dari Februari akan kita uji coba operasi secara penuh pada Maret.

Total ada berapa stasiun untuk fase pertama? 

Jarak dari Lebak Bulus hingga bundaran HI sekitar 16 kilometer. Kita punya 13 stasiun. Terdiri atas tujuh stasiun layang dan enam stasiun bawah tanah. Semuanya sudah sudah rampung. Kalau anda lihat tadi satu per satu, hampir semua stasiun secara struktural susah rampung. Pekerjaan yang masih kita selesaikan adalah pekerjaan interior dan finalisasi entrance (pintu masuk) serta mekanika elektrikal. Secara konstruksi sudah tuntas.

Fasilitas apa saja yang diberikan di setiap stasiun?

Kita buat semua stasiun ramah terhadap teman-teman disabilitas, anak-anak, dan lanjut usia (lansia). Khusus di dalam kereta, kita juga menyiapkan tempat khusus untuk lansia dan disabilitas. Toilet pun ada yang khusus untuk disabilitas.

Berapa harga tiketnya?

Sekarang ini kita sedang memfinalisasi harga tiket. Kita sudah mengusulkan kepada pemerintah DKI Jakarta. Berdasarkan survei rata-rata Rp8.500. Tapi, kita juga tengah merancang harga tiket berdasarkan jarak. Usul dari kami, sepanjang satu kilometer Rp2.200. Jadi, dengan jarak terjauh atau 16 kilometer, tarifnya RpRp12.800. Ini usulan dari kami. Keputusannya ada di pemerintah. 

Apakah masyarakat bisa ikut pada uji coba MRT pada Februari nanti?

Secara terbatas kita akan undang. Kenapa terbatas, karena akan ada pengujian-pengujian. Bagi masyarakat yang tertarik bisa mengikuti caranya di website resmi MRT Jakarta. Uji coba akan dilakukan selama sebulan dari 26 Februari sampai 20 Maret 2019. Setelah itu akan ada pencanangan operasi komersial.

Dalam sehari ada berapa kereta yang beroperasi?

Pada saat uji coba akan kita berlakukan secara normal, yakni dari pukul 06.00 hingga 22.00 WIB. Namun, untuk jarak antar-rangkaian, belum kita tentukan.

Ada berapa stasiun yang akan terintegrasi dengan moda transportasi lain? 

Saat ini sudah ada lima stasiun yang secara sempurna terintegrasi dengan Transjakarta. Mulai dari Lebak Bulus di Blok M, kemudian di Sisingamaraja, Dukuh Atas, dan terakhir di Bundaran HI. Kalau yang di Bundaran HI itu kan sempurna. Si atasnya stasiun Transjakarta dan di bawahnya MRT. Seiring waktu integrasinya akan ditambah.

PEMBANGUNAN FASE KEDUA

Sepertinya ada perubahan rute untuk fase kedua?

Rencananya fase kedua MRT ini akan ada delapan stasiun. Tapi ada perubahan rute. Dari Bundaran HI akan kita bangun hingga ke Stasiun Jakarta Kota (bukan ke Kampung Bandan seperti pada rencana awal). Rencananya akan ada stasiun di Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Glodok, dan Jakarta Kota. Semua underground (di bawah tanah).

Sempat mencuat berita jika antara stasiun Sarinah dan Monas terkendala karena masuk objek vital nasional. Bagaimana menyelesaikannya?

Kita berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk soal kawasan. Dan karena kawasan itu juga masuk revitalisasi Istana Presiden, kita juga berkoordinasi dengan Kementerian Sekretariat Negara. Rekomendasi-rekomendasi sudah diberikan. Groundbreaking-nya sedang kita cari, kemungkinan minggu terakhir Januari (sudah ada hasilnya).

Baca: Pembangunan MRT Fase II Dimulai Bulan Ini

Pembangunan fase kedua kenapa tidak sampai Kampung Bandan?

Ada persoalan hukum. Dan sampai saat terakhir kita mau eksekusi, kita belum dapat lahan di sana. Maka pemerintah memutuskan untuk membangun dulu ke Jakarta Kota, agar pekerjaan tak tertahan. Sambil proses menyiapkan dan menentukan letak depo. Kami juga sedang mempersiapkan studi apakah depo akan ditempatkan di Kampung Bandan atau di titik lain seperti di Ancol. Studi ini akan kita lakukan secepatnya.

Ada rencana akan dibangun di Stadion BMW. Apakah rencana ini juga memungkinkan? 

Ya, salah satu stasiun yang dituju adalah Stadion BMW. Tapi, apakah (depo) itu di Stadion BMW, masih akan kita studikan. Pemerintah DKI Jakarta akan membangun Stadion Persija, sehingga kalau memang itu terbangun, interkoneksi akan semakin bagus. Studi akan melihat dari ketersediaan lahan, akses, dan sebagainya.

Berapa dana yang dialokasikan untuk membangun fase kedua? 

Dana yang sudah komit dengan pemerintah Jepang Rp22,5 triliun. Itu yang akan kita pakai untuk fase kedua sampai saat ini. Secara keseluruhan fase pertama mencapai Rp16 triliun dan fase kedua Rp22,5 triliun. Jadi total Rp35 triliun sampai Rp39 triliun. Dan panjang jalur kedua fase itu mencapai 25 kilometer membentang dari utara ke selatan.

Kenapa biaya pembangunan fase kedua lebih besar, padahal jaraknya lebih pendek, hanya delapan kilometer?

Karena secara teknis dia lebih sulit. Konstruksinya itu bawah tanah semua. Apalagi ada yang dibangun di bawah Kali Ciliwung. Dan juga ada beberapa lokasi heritage. Kita akan melalui Kota Tua. Kondisi tanah juga lebih sulit saat mengarah ke pantai. Ini semua berimplikasi pada biaya pembangunan. Tapi, berapa pastinya ini sedang kita survei dan studi desain. 

Sudah ada kontraktor yang akan menggarap fase kedua? 

Belum. Baru paket groundbreaking. Kemarin kita tentukan kontraktornya. Kita akan lakukan pelelangan. Fase I itu misalnya CP201. Nantinya dari Bundaran HI sampai Harmoni. Itu pelelangannya bulan ini akan kita mulai. Kita nyusur terus CP202 Harmoni sampai Sawah Besar. Kemudian CP203 Sawah Besar sampai Kota. Itu yang kita siapkan sekarang.

Kontraktor untuk fase kedua apakah bisa kembali menggunakan fase pertama? 

Bisa saja, ini kan semudah sistem pelelangan terbuka. Catatan penting yang kita lakukan ini sifatnya karena pendanaannya dari Jepang, maka mekanismenya akan kita lakukan seperti itu.

Kapan fase kedua akan rampung?

Tahun 2024. Jadi, kalau kita bisa efektif (membangun) 2020, maka 2024 akhir fase kedua bisa beroperasi.

Baca: MRT Jakarta Fase III Terbentang 31 KM

Setelah pembangunan fase kedua, apakah akan ada pembangunan MRT lanjutan?

Kita sedang menyiapkan fase ketiga. Jadi, jalurnya membentang dari timur ke barat sepanjang 31 kilometer. Dari Kalideres sampai ke Menteng. Basic engineering design sedang dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dalam waktu singkat, kalau desain selesai, tahun depan kita implementasi fase ketiga. Untuk segmen-segmen tertentu kita akan bisa selesaikan pada 2024-2025.

(UWA)

Proyek Besar MRT di Empat Penjuru Jakarta

Jakarta: Fase pertama jalur moda raya terpadu (MRT) tinggal sentuhan terakhir. Tak perlu menunggu lama lagi, warga ibu kota bisa menikmati transportasi massal berbasis rel ini Maret mendatang. Pengelolanya menjamin, dari Lebak Bulus menuju bundaran Hotel Indonesia, hanya butuh 30 menit. Setara dengan nonton dua video di saluran Youtube Ria Yunita atau dikenal dengan Ria Ricis.

Keberhasilan pengoperasian fase pertama ini tentu saja akan menjadi ukuran untuk fase berikutnya. Saat ini PT MRT tengah merancang pembuatan fase kedua dan fase ketiga yang akan menghubungkan empat penjuru jakarta; yakni utara ke selatan dan timur ke barat. Seperti apa rencana besar PT MRT untuk mewujudkannya, berikut obrolan lengkap wartawan Medcom.id Dian Ihsan Siregar bersama Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, akhir pekan lalu.

Kapan MRT benar-benar beroperasi? 

Konstruksi fase pertama MRT kita targetkan selesai Maret 2019. Fase ini melayani rute Lebak Bulus menuju ke bundaran Hotel Indonesia. Saat ini posisinya sudah 98,1 persen. Uji operasi kita lakukan hingga Februari. Dari Februari akan kita uji coba operasi secara penuh pada Maret.

Total ada berapa stasiun untuk fase pertama? 

Jarak dari Lebak Bulus hingga bundaran HI sekitar 16 kilometer. Kita punya 13 stasiun. Terdiri atas tujuh stasiun layang dan enam stasiun bawah tanah. Semuanya sudah sudah rampung. Kalau anda lihat tadi satu per satu, hampir semua stasiun secara struktural susah rampung. Pekerjaan yang masih kita selesaikan adalah pekerjaan interior dan finalisasi entrance (pintu masuk) serta mekanika elektrikal. Secara konstruksi sudah tuntas.

Fasilitas apa saja yang diberikan di setiap stasiun?

Kita buat semua stasiun ramah terhadap teman-teman disabilitas, anak-anak, dan lanjut usia (lansia). Khusus di dalam kereta, kita juga menyiapkan tempat khusus untuk lansia dan disabilitas. Toilet pun ada yang khusus untuk disabilitas.

Berapa harga tiketnya?

Sekarang ini kita sedang memfinalisasi harga tiket. Kita sudah mengusulkan kepada pemerintah DKI Jakarta. Berdasarkan survei rata-rata Rp8.500. Tapi, kita juga tengah merancang harga tiket berdasarkan jarak. Usul dari kami, sepanjang satu kilometer Rp2.200. Jadi, dengan jarak terjauh atau 16 kilometer, tarifnya RpRp12.800. Ini usulan dari kami. Keputusannya ada di pemerintah. 

Apakah masyarakat bisa ikut pada uji coba MRT pada Februari nanti?

Secara terbatas kita akan undang. Kenapa terbatas, karena akan ada pengujian-pengujian. Bagi masyarakat yang tertarik bisa mengikuti caranya di website resmi MRT Jakarta. Uji coba akan dilakukan selama sebulan dari 26 Februari sampai 20 Maret 2019. Setelah itu akan ada pencanangan operasi komersial.

Dalam sehari ada berapa kereta yang beroperasi?

Pada saat uji coba akan kita berlakukan secara normal, yakni dari pukul 06.00 hingga 22.00 WIB. Namun, untuk jarak antar-rangkaian, belum kita tentukan.

Ada berapa stasiun yang akan terintegrasi dengan moda transportasi lain? 

Saat ini sudah ada lima stasiun yang secara sempurna terintegrasi dengan Transjakarta. Mulai dari Lebak Bulus di Blok M, kemudian di Sisingamaraja, Dukuh Atas, dan terakhir di Bundaran HI. Kalau yang di Bundaran HI itu kan sempurna. Si atasnya stasiun Transjakarta dan di bawahnya MRT. Seiring waktu integrasinya akan ditambah.

PEMBANGUNAN FASE KEDUA

Sepertinya ada perubahan rute untuk fase kedua?

Rencananya fase kedua MRT ini akan ada delapan stasiun. Tapi ada perubahan rute. Dari Bundaran HI akan kita bangun hingga ke Stasiun Jakarta Kota (bukan ke Kampung Bandan seperti pada rencana awal). Rencananya akan ada stasiun di Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Glodok, dan Jakarta Kota. Semua underground (di bawah tanah).

Sempat mencuat berita jika antara stasiun Sarinah dan Monas terkendala karena masuk objek vital nasional. Bagaimana menyelesaikannya?

Kita berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk soal kawasan. Dan karena kawasan itu juga masuk revitalisasi Istana Presiden, kita juga berkoordinasi dengan Kementerian Sekretariat Negara. Rekomendasi-rekomendasi sudah diberikan. Groundbreaking-nya sedang kita cari, kemungkinan minggu terakhir Januari (sudah ada hasilnya).

Baca: Pembangunan MRT Fase II Dimulai Bulan Ini

Pembangunan fase kedua kenapa tidak sampai Kampung Bandan?

Ada persoalan hukum. Dan sampai saat terakhir kita mau eksekusi, kita belum dapat lahan di sana. Maka pemerintah memutuskan untuk membangun dulu ke Jakarta Kota, agar pekerjaan tak tertahan. Sambil proses menyiapkan dan menentukan letak depo. Kami juga sedang mempersiapkan studi apakah depo akan ditempatkan di Kampung Bandan atau di titik lain seperti di Ancol. Studi ini akan kita lakukan secepatnya.

Ada rencana akan dibangun di Stadion BMW. Apakah rencana ini juga memungkinkan? 

Ya, salah satu stasiun yang dituju adalah Stadion BMW. Tapi, apakah (depo) itu di Stadion BMW, masih akan kita studikan. Pemerintah DKI Jakarta akan membangun Stadion Persija, sehingga kalau memang itu terbangun, interkoneksi akan semakin bagus. Studi akan melihat dari ketersediaan lahan, akses, dan sebagainya.

Berapa dana yang dialokasikan untuk membangun fase kedua? 

Dana yang sudah komit dengan pemerintah Jepang Rp22,5 triliun. Itu yang akan kita pakai untuk fase kedua sampai saat ini. Secara keseluruhan fase pertama mencapai Rp16 triliun dan fase kedua Rp22,5 triliun. Jadi total Rp35 triliun sampai Rp39 triliun. Dan panjang jalur kedua fase itu mencapai 25 kilometer membentang dari utara ke selatan.

Kenapa biaya pembangunan fase kedua lebih besar, padahal jaraknya lebih pendek, hanya delapan kilometer?

Karena secara teknis dia lebih sulit. Konstruksinya itu bawah tanah semua. Apalagi ada yang dibangun di bawah Kali Ciliwung. Dan juga ada beberapa lokasi heritage. Kita akan melalui Kota Tua. Kondisi tanah juga lebih sulit saat mengarah ke pantai. Ini semua berimplikasi pada biaya pembangunan. Tapi, berapa pastinya ini sedang kita survei dan studi desain. 

Sudah ada kontraktor yang akan menggarap fase kedua? 

Belum. Baru paket groundbreaking. Kemarin kita tentukan kontraktornya. Kita akan lakukan pelelangan. Fase I itu misalnya CP201. Nantinya dari Bundaran HI sampai Harmoni. Itu pelelangannya bulan ini akan kita mulai. Kita nyusur terus CP202 Harmoni sampai Sawah Besar. Kemudian CP203 Sawah Besar sampai Kota. Itu yang kita siapkan sekarang.

Kontraktor untuk fase kedua apakah bisa kembali menggunakan fase pertama? 

Bisa saja, ini kan semudah sistem pelelangan terbuka. Catatan penting yang kita lakukan ini sifatnya karena pendanaannya dari Jepang, maka mekanismenya akan kita lakukan seperti itu.

Kapan fase kedua akan rampung?

Tahun 2024. Jadi, kalau kita bisa efektif (membangun) 2020, maka 2024 akhir fase kedua bisa beroperasi.

Baca: MRT Jakarta Fase III Terbentang 31 KM

Setelah pembangunan fase kedua, apakah akan ada pembangunan MRT lanjutan?

Kita sedang menyiapkan fase ketiga. Jadi, jalurnya membentang dari timur ke barat sepanjang 31 kilometer. Dari Kalideres sampai ke Menteng. Basic engineering design sedang dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dalam waktu singkat, kalau desain selesai, tahun depan kita implementasi fase ketiga. Untuk segmen-segmen tertentu kita akan bisa selesaikan pada 2024-2025.

(UWA)

Parkiran IRTI Monas Kembali Padat

Seorang pengendara melintas di parkir IRTI Monas, Jakarta. Foto: MI/Galih Pradipta

Jakarta: Dinas Perhubungan DKI Jakarta berencana mencabut parkir murah bagi PNS DKI di IRTI Monas. Hal itu sempat membuat parkiran IRTI Monas sepi.

Namun, hal tersebut tak berlangsung lama. Hari ini, parkiran IRTI Monas kembali dipenuhi kendaraan aparatur sipil negara (ASN).

Pantauan Medcom.id, ratusan kendaraan sudah memadati parkiran IRTI Monas sampai pukul 09.00 WIB.

Salah satu petugas parkir di IRTI Monas Samsudin, mengatakan parkiran IRTI Monas kembali penuh, sejak Kamis, 10 Januari 2019 atau Jumat, 11 Januari 2019. “Saya datang pagi, kaget, kok parkiran motor jadi penuh lagi,” ujar Samsudin.

Dia menyebut volume kendaraan terutama motor yang parkir di IRTI Monas sempat menurun. “Sebelumnya sempat banyak yang kosong (parkirannya),” tutur Samsudin.

Baca: Anies Hapus Subsidi Parkir PNS DKI per Januari

Namun dirinya mengaku tidak tahu mengapa ASN kembali memarkirkan kendaraannya di IRTI Monas. “Saya enggak tahu apa yang terjadi di belakang. Mungkin enggak boleh sama pemerintah (untuk parkir di gedung) apa bagaimana,” pungkas Samsudin.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan menaikkan tarif parkir di IRTI Monas bagi pegawai PNS DKI. Parkiran IRTI Monas kerap digunakan pegawai yang berkantor di Balai Kota. Tarif parkir untuk PNS DKI lebih murah dari tarif umum yang sebesar Rp 66.000 per bulan untuk mobil.

Mulai 15 Januari 2019, PNS DKI bakal dikenakan parkir umum berlangganan dengan tarif Rp550.000. Untuk sepeda motor, tarif parkir yang tadinya Rp22.000 per bulan menjadi Rp352.000 per bulan.

(YDH)

Rapat Uji Kelayakan Cawagub DKI Batal Digelar

Gedung DPRD DKI Jakarta. Foto: MI/Ramdani.

Jakarta: Rapat koordinasi antara pimpinan fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), fraksi Gerindra, dan tim panelis uji kalayakan dan kepatutan (fit and proper tes) calon wakil gubernur DKI Jakarta batal digelar hari ini. Alasanya, sejumlah pimpinan fraksi Partai Gerindra masih ada kegiatan di luar kota.
 
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Syakir Purnomo mengatakan PKS maupun Gerindra belum menjadwal ulang  rapat tersebut.
 
“Jika sudah ada kesepakatan dan  kepastian waktu rapat koordinasi berikutnya, nanti akan dikabarkan,” kata Syakir kepada Medcom.id, Senin, 14 Januari 2019.

Baca: PKS Sodorkan Tiga Nama Cawagub ke Gerindra

PKS, Gerindra, dan tim panelis fit and proper test berencana mengadakan rapat koordinasi di salah satu hotel di Jakarta, hari ini. Rencananya, mereka akan membahas beberapa hal seperti pembahasan dan penyusunan hasil fit and proper test.
 
Sebelumnya, PKS DKI Jakarta telah mengajukan tiga nama kandidat pengganti Sandiaga Uno.
 
Tiga nama kader PKS tersebut yakni Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto, mantan Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, dan Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi.

(FZN)

Tersiksa di Trotoar Pendek

Jakarta: Setiap hari, Melia, 23, hanya butuh berjalan kaki 100 meter dari Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, menuju ke toko tempat ia bekerja. Namun, setelah ia turun dari angkutan kota, siksaan di trotoar berjarak pendek itu membuatnya selalu merinding.

“Saingan saya di jarak 100 meter itu bukan hanya sesama pejalan kaki. Saya harus berebut trotoar dengan gerobak, tenda pedagang kaki lima, motor ojek yang mangkal, juga pengendara motor yang tergesa dan menerobos trotoar,” ungkapnya, Minggu, 13 Januari 2019.

Banyak kalangan memanfaatkan trotoar Pondok Labu sepanjang hari. Selain Melia yang pekerja toko, ada mahasiswa, pedagang pasar, pelajar, dan para ibu rumah tangga. Mereka harus beraktivitas di sejumlah sekolah, pasar, dan toko yang ada di kawasan tersebut.

Karena itu, Melia berharap, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ikut memikirkan keselamatan para pedestrian, pengguna trotoar. “Faktor keamanan juga penting bagi kami.”

Dalam beberapa tahun terakhir, wajah trotoar di Ibu Kota memang terus dibenahi. Di sekitar Stadion Utama Senayan, trotoar di Jalan Sudirman-Jalan Thamrin dan Jalan KH Wahid Hasyim sangat nyaman, hijau, dan manusiawi.

Warga yang beraktivitas di pusat kota itu dimanjakan dengan trotoar yang lebar, selalu bersih dan terawat. Keberadaan pedagang kaki lima pun minim karena senantiasa dihalau petugas Satpol Pamong Praja.

Berbagai fasilitas dibangun Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Dari pagar pembatas agar kendaraan roda dua tidak bisa naik hingga konblok khusus pemandu bagi tunanetra.

Tahun lalu, Pemprov DKI menggulirkan dana sekurangnya Rp387 miliar untuk mempercantik trotoar sepanjang 80 kilometer. Selain Sudirman-Thamrin, dan KH Wahid Hasyim, revitalisasi digelar di kawasan Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur; Daan Mogok, Jakarta Barat, dan Sisingamangaraja hingga Fatmawati, Jakarta Selatan. Penataan trotoar juga dilakukan suku dinas yang ada di lima kota administratif.
Tahun ini, pemprov kembali melirik revitalisasi trotoar. Panjangnya ditargetkan sama dengan tahun lalu, 80 km.

Meski disebut-sebut masuk program revitalisasi trotoar 2018, trotoar Jalan Fatmawati, di paling ujung dekat Pasar Pondok Labu, tidak bisa disebut baik. Lebar trotoar tidak lebih dari 1 meter dan tidak dilengkapi dengan konblok pemandu tunanetra.

Meski keadaan trotoar cukup baik dan tidak ada yang berlubang, ketinggiannya sudah hampir sama dengan ketinggalan aspal jalan sehingga tidak layak. Jangan diharapkan ada tiang pembatas untuk menghalau kendaraan roda dua. Alhasil bukan hanya kendaraan roda dua yang bebas naik trotoar, melainkan juga gerobak-gerobak PKL.

“Di satu sisi, kami memang butuh PKL karena menyediakan jajanan murah dan mudah dijangkau bagi mahasiswa. Tapi, saat musim hujan, jalan tergenang sehingga pejalan kaki menjadi yang menderita. Jalan tergenang air harus kami lewati karena trotoar ditutupi PKL,” ungkap Sari, 20, mahasiswi. (Put/J-3)

(YDH)

Jakarta Berawan di Awal Pekan

Ilustrasi. Cuaca di DKI Jakarta. (MI)

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca Jakarta akan berawan, pada Senin, 14 Januari 2018. Cuaca berawan akan terjadi sepanjang hari.

Dilansir dari laman BMKG, Jakarta Barat dari pagi hingga malam akan berawan. Suhu di wilayah ini berkisar 24 hingga 32 derajat celsius dan kelembapan udara mencapai 95 persen.

Kondisi yang sama juga terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. Suhu di ketiga wilayah antara 25 sampai 32 derajat celsius. Sementara kelembapan udara 80 hingga 90 persen.

Sejak pagi hingga malam, langit Jakarta Selatan dan Jakarta Timur tampak berawan. Suhu berada diantara 24 sampai 32 derajat celsius dan kelembapan udara mencapai 95 persen.

(LDS)

Jakarta Cerah Berawan

Ilustrasi. Foto: Dok. MI

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian cuaca di Ibu Kota cerah berawan di akhir pekan, Minggu, 13 Januari 2019. Di pagi hari, cuaca di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara cerah berawan.

Sedangkan cuaca di Kepulauan Seribu diprediksi turun hujan lokal. Di siang hari, Jakarta Barat akan diguyur hujan lokal. 

Sedangkan Jakarta Pusat dan Jakarta Utara akan ditutupi awan. Di Jakarta Selatan diperkirakan turun hujan sedang. Adapun di Jakarta Timur akan diguyur hujan ringan. Lalu di Kepulauan Seribu tetap cerah berawan.

Beranjak ke malam hari, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat akan hujan ringan. Di Jakarta Selatan tetap diguyur hujan sedang. 

Sedangkan tiga wilayah lainnya, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu akan diselimuti awan. Saat dini hari, hampir seluruh wilayah berawan, kecuali Kepulauan Seribu diprediksi turun hujan.

Adapun suhu di hari ini sekitar 24 hingga 32 derajat celcius. Lalu kelembapannya mencapai 80 hingga 100 persen.

(AZF)

Transportasi Online akan Kembali Diberikan Payung Hukum

Jakarta: Pemerintah akan kembali mengeluarkan payung hukum untuk transportasi berbasis online. Payung hukum ini diberikan untuk memudahkan pengemudi transportasi online dalam mengais rezeki.

Kementerian Perhubungan juga sebelumnya menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 118 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus, untuk transportasi online

“Sebentar lagi akan keluar lagi untuk payung hukum agar bapak, ibu, dan saudara-saudara sekalian bisa bekerja dengan tenang karena ada payung hukumnya,” ujar Jokowi di Hall JI-Expo, Jakarta, Sabtu, 12 Januari 2019.

Menurut dia, perkembangan inovasi-inovasi dan teknologi harus diimbangi dengan regulasi, termasuk juga di bidang transportasi. Namun, kata dia, payung hukum terkadang tak mampu menjangkau inovasi dan teknologi yang terus berkembang pesat. Hal itu bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan seluruh negara.

“Memang kita harus ngomong apa adanya, bahwa inovasi dan teknologi baru ini lebih cepat dari pada regulasi peraturannya. Tidak hanya di Indonesia, di semua negara tertatih-tatih. Barangnya sudah keluar, regulasinya belum siap, aturannya belum siap,” kata Jokowi.

Jokowi pun berjanji akan membuat aturan yang bisa mengakomodasi kepentingan semua pihak pada transportasi online ini. Baik untuk pengemudi, konsumen, maupun penyedia aplikasi. “Semuanya harus berada pada posisi saling diuntungkan. Di situ senang, di sini senang, semuanya senang. Yang paling penting kan itu,” kata Presiden.

Sementara itu, Budi Karya mengungkapkan peraturan baru tentang ojek online ini dibuat setelah berkoordinasi dan berkomunikasi intensif dengan stakeholder, aplikator, dan asosiasi pengemudi. Aturan dibuat berasaskan kesetaraan, keadilan, dan mengedepankan keselamatan.

“Kami harapkan peraturan ini memberikan situasi, kondisi yang win-win solution antara aplikator, pengemudi, dan penumpang dalam upaya meningkatkan keselamatan,” kata Budi. 

(AZF)

Transjakarta Jalin Kerjasama Dengan LRT Jakarta

Transjakarta dan LRT Jakarta meninjau proyek pembangunan Skybridge – Medcom.id/Dian Ihsan Siregar.

Jakarta: Transjakarta menjalin kerjasama dengan LRT Jakarta untuk mempermudah moda transportasi di ibu kota. Bentuk kerjasama itu yakni menghubungkan stasiun LRT Velodrome Jakarta Timur dengan Halte Transjakarta Pemuda di Rawamangun.

Direktur Teknik dan Fasilitas Transjakarta Wijanarko menyebut integrasi yang dilakukan dua moda transportasi itu yakni dengan membangun Skybridge. Jembatan ini akan menghubungkan keduanya.

“Halte ini (Pemuda Rawamangun) nantinya akan jadi titik temu antara LRT dan Transjakarta, nanti akan disatukan dengan Skybridge, jadi dari LRT bisa langsung masuk ke halte Busway, begitu juga sebaliknya,” kata Wijanarko di daerah Pemuda Ramawangun, Jakarta Timur, Jumat, 11 Januari 2019.

Kerja sama ini disambut positif oleh LRT Jakarta. Menurut Direktur Utama LRT Jakarta Allan Tandiano integrasi ini demi memudahkan masyarakat dalam mencari angkutan transportasi.

“Kalau sudah jadi ini akan memberikan penumpang kenyamanan dalam transportasi, jadi tidak ribet harus pindah-pindah lagi,” kata Allan.

Saat ini proyek pembangunan Skybridge untuk dua moda transportasi sudah masuk progres pengecekan utilitas. “Pembangunan akan mulai bulan ini, setelah selesai akan bisa digunakan masyarakat,” pungkas Allan.

(JMS)