Publik Bisa Jajal MRT per 26 Februari

Pekerja menyelesaikan pembangunan jalur dan Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Sisingamangaraja, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.

Jakarta: PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan menjalankan tahap uji coba operasi penuh kepada masyarakat pada 26 Februari 2019. Meski begitu, uji coba dilakukan secara restriktif. 

‎”Nanti 26 Februari akan full trial run. Masyarakat ‎bisa mencoba MRT Jakarta. Tapi, sifatnya sangat terbatas,” kata Corporate Secretary MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin kepada Medcom.id, Selasa, 8 Januari 2019.

Menurut dia, uji coba secara penuh dilakukan selama satu bulan. Proses ini demi memperoleh tanggal pasti untuk MRT Jakarta beroperasi secara penuh.

‎”Kalau sekarang itu parallel trial run. Nanti itu untuk dibuka ke publik, tapi terbatas. Ya, semacam soft launching,” jelas Kamaluddin.

Kamal, sapaannya, berharap progres MRT Jakarta yang bertambah setiap waktu membuat operasional moda ini semakin cepat. “Kita akan menilai dari full trial run. Setelah itu akan ada tanggal pasti beroperasi. Maka nanti akan kita sampaikan ke publik,” kata dia.

Baca: Simulasi Kebakaran Dilakukan di Stasiun MRT Bawah Tanah

Berdasarkan jadwal, MRT Jakarta akan mulai beroperasi pada Maret 2019. Fase 1 MRT Jakarta dengan rute Lebak Bulus-Bundaran HI akan menggunakan 16 rangkaian kereta.
 
Dari 16 rangkaian itu, 14 rangkaian akan digunakan untuk operasional dan dua sisanya untuk cadangan. Satu kereta bisa memuat 200-300 penumpang dengan jumlah maksimal sekitar 1.800 penumpang untuk satu rangkaian.
 
Kecepatan rangkaian kereta MRT bisa mencapai 80 kilometer per jam di bawah tanah dan bisa meningkat hingga 100 kilometer per jam di permukaan tanah. Dengan begitu, perjalanan dari Stasiun Lebak Bulus ke Bundaran HI hanya butuh waktu 30 menit.

(OGI)