Merpati Ingin Terbang Lagi, Beberapa Tahapan Ini Harus Bisa Dilewati

JawaPos.com – PT Intra Asia Corpora bersama Merpati Nusantara Airlines disebut telah menyepakati komitmen senilai Rp 6,4 triliun untuk mengembalikan si burung besi ke dunia penerbangan dalam negeri setelah sempat absen sejak 2014. Namun, komitmen itu masih jauh dari utang yang dimiliki maskapai.

Merpati Airlines diketahui memiliki kewajiban hingga Rp 10,72 triliun dengan aset sebesar Rp 1,21 triliun. Per 31 Desember 2017, posisi ekuitas Merpati malah tercatat minus Rp 9,51 triliun. Dari total utang tersebut, diperkirakan Kementerian Keuangan memegang utang sekitar Rp 2,9 triliun.

Berkaca pada hal tersebut, suntikan kepada Merpati masih jauh dari kata cukup. Namun, Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu menilai hal itu tidak masalah. Selama perseroan masih bisa membayar utang mandatorynya, kewajiban lainnya bisa ditunaikan saat sudah beroperasi.

“Utang yang masalah itu utang mandatory atau utang yang diharuskan (dibayar) baru bisa terbang. Kalau hanya utang korporasi itu bisa saja nanti direstrukturisasi. Utang mandatory itu utang pajak, utang izin, utang kepada negara,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat (16/11).

Selain itu, perjalanan Merpati untuk bisa kembali terbang diakuinya juga masih panjang. Mereka harus mendapatkan Izin Usaha dan Sertifikat Operator Pesawat Udara, Merpati harus mengajukan kembali dan memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam UU nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan serta aturan-aturan turunannya.

Adapun yang menjadi persyaratan sebuah perusahaan untuk memperoleh izin mengacu pada Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 25 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara, dan Perubahannya dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 90 Tahun 2018 tentang Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Sektor Perhubungan Di Bidang Udara.

Ia berharap kebangkitan Merpati akan terjadi dan memberikan dampak ekonomi yang baik. “Masih (panjang perjalanan Merpati),” tutupnya.

(hap/JPC)

28 November 2018, Singapore Airlines Pindah Operasional ke Terminal 3

JawaPos.com – Manajemen Kantor Cabang Utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang bernaung dibawah PT Angkasa Pura II (Persero) menyampaikan maskapai Singapore Airlines akan berpindah operasional dari Terminal 2 ke Terminal 3 Internasional Island C pada 28 November 2018.

Dengan prosesi perpindahan antar terminal tersebut, para pengguna jasa khususnya penumpang Singapore Airlines diharapkan untuk selalu memperhatikan tiket pesawat yang telah dipesan. Sekaligus memperhatikan petunjuk yang telah disiarkan melalui videotron.

“Sebagai mitra, kami sangat mendukung perpindahan maskapai yang ingin memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman dan menyenangkan,” ujar Executive General Manager, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, M Suriawan Wakan, Selasa (12/11).

Seiring transformasi pengguna jasa bandar udara yang terus meningkat, tentunya harus diikuti dengan kemajuan layanan. Seperti diketahui, industri penerbangan Internasional telah mengakui bandara yang terletak di Tangerang, Banten ini masuk dalam tiga kategori pemeringkatan versi Megahubs Internasional Index 2018 OAG.

Bandara Soekarno-Hatta kini menempati peringkat kedua top International Megahubs di Asia-Pasifik. Pemeringkatan itu hanya berjarak empat poin dari Bandara Internasional di Changi, Singapura yang menduduki posisi pertama dengan nilai indeks konektivitas 253.

Peningkatan jumlah penumpang pada 2017 di Bandara Soekarno-Hatta ini mencapai lebih dari 63 juta penumpang. Jumlah tersebut adalah suatu pencapaian yang luar biasa dengan berbagai tantangan yang terus berkembang.

“Angka tersebut, belum ditambah dengan pengguna jasa lain, seperti pengantar dan karyawan mitra kerja dan mitra usaha lainnya yang ikut menggunakan fasilitas Bandar Udara Soekarno-Hatta,” katanya.

Pertumbuhan mengagumkan terus terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Jumlah pergerakan penumpang dan pesawat mengalami lonjakan. Total penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada akhir 2018 ini diprediksi mencapai 67 Juta lebih.

“Untuk pergerakan pesawat dari Januari hingga September 2018 realisasi pertumbuhan rata-rata mencapai 5 persen. Sedangkan untuk pertumbuhan penumpang rata-rata mencapai 7 persen,” jelas Wakan.

Sementara, menurut Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang, terdapat sejumlah maskapai Internasional yang terlebih dahulu pindah dan beroperasi di Terminal 3 diantaranya adalah Saudi Arabian Airlines, Vietnam Airlines, Korean Air, Xianmen Airlines, China Airlines, China Southern Airlines, AirAsia International, Tiger Scoot Airlines, Citilink (rute internasional), Malaysia Airlines, Thai Air, Oman Air, KLM Royal Dutch Airlines, Jet Asia, Qantas Airlines, Air China, Ethopian, Shenzhen Airlines, Garuda Indonesia, (rute internasional), Japan Airlines dan ANA.

“Dengan perpindahan maskapai Internasional tersebut diharapkan akan mampu membawa peningkatan pelayanan dan memperluas jaringan penerbangan di seluruh dunia,” pungkas Febi.

(srs/JPC)

Garuda Indonesia Pastikan Armada B737 Max 8 Layak Terbang

JawaPos.com – Sehubungan dengan hasil pemeriksaaan khusus kelaikudaraan pesawat jenis B737 Max 8 beberapa waktu yang lalu, Garuda Indonesia memastikan armada B737 Max 8 yang dioperasikan maskapai tersebut saat ini layak terbang.

Pemeriksaan khusus tersebut telah dilakukan oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) – Kementerian Perhubungan dan Garuda Indonesia pada tanggal 30 Oktober lalu yang lalu sesuai dengan surat yang dikeluarkan Direktur KPPU.

Pemeriksaan khusus tersebut meliputi indikasi “repetitive problems”, pelaksanaan “troubleshootings”, kesesuaian terhadap prosedur dan implementasi pelaksanaan aspek kelaikudaraan dan juga kelengkapan peralatan untuk melakukan “troubleshooting” pada pesawat B737 Max 8 tersebut.

Setelah memeriksa dan menganalisa hasil pemeriksaan tersebut, DKPPU dalam pernyataan yang telah disampaikan kepada publik menyimpulkan bahwa inspeksi rutin terhadap pesawat B737 Max 8 yang dioperasikan Garuda Indonesia tersebut telah melalui proses maintenance sesuai jadwal, komponen terpasang tidak melewati batas umur pakai, serta tidak ditemukan adanya gangguan teknis pada fitur mesin pesawat.

Direktur Teknik Garuda Indonesia, I Wayan Susena mengatakan bahwa Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan nasional terus berupaya mengedepankan komitmen dan budaya safety dalam seluruh lini operasionalnya. Hal tersebut sejalan dengan value aspek “safety” sebagai “core” operasional perusahaan yang sudah tertanam dalam budaya kerja jajaran karyawan dan lini operasional Garuda Indonesia.

“Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Garuda Indonesia senantiasa mengacu dan patuh terhadap seluruh ketentuan yang dikeluarkan oleh regulator,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (10/11).

“Selain itu, sejalan dengan upaya maksimalisasi aspek safety pada pengoperasian 1 (satu) armada B737 Max 8 yang kami operasikan tersebut, Garuda Indonesia juga telah melakukan koordinasi intensif dengan Boeing selaku pabrikan pesawat dengan melakukan update manual mitigasi pengoperasian Boeing 737 Max 8 sesuai dengan Flight Crew Operating Manual Bulletin (FCOM) yang telah diupdate lebih lanjut oleh Boeing,” tambahnya.

Sebelumnya, pada April lalu Garuda Indonesia telah melewati proses audit setiap dua tahuban dan telah memperbaharui sertifikat IOSA (IATA Operational Safety Audit) Certificate untuk ke-6 kalinya, dimana pada tahun 2008 Garuda Indonesia menjadi perusahaan penerbanganpertama di Indonesia yang mendapatkan Sertifikat tersebut.

“Manual tersebut mengatur panduan yang harus diambil penerbang saat mengalami kondisi tertentu yang terkait dengan kondisi “erroneous input” pada fitur “angle of attact sensor” pesawat. Buletin tersebut juga telah kami sampaikan ke seluruh lini maintenance dan operasional Garuda Indonesia dan menjadi panduan untuk menjalankan kegiatan operasional Garuda Indonesia, khususnya untuk armada B737 Max 8 kami,” tutup Wayan.

(Hap/Hana)

(hap/uji/JPC)

Opera Browser Berinvestasi Rp 450 Miliar StarMarker

JawaPos.com – Opera Limited (Nasdaq: OPRA), salah satu penyedia browser di dunia mengumumkan bahwa perseroan telah melakukan investasi strategis senilai Rp 450 miliar ke dalam StarMaker Inc., sebuah perusahaan teknologi media sosial dengan pertumbuhan pesat yang bergerak dalam industri musik dan hiburan.

StarMaker memungkinkan penggunanya untuk merekam dan membagikan video musik mereka, berkolaborasi dengan musisi lain, berkomunikasi dengan pengguna lain serta mengikuti idola mereka di platform tersebut. Perusahaan ini mempunyai basis pengguna yang kuat dan aktif di beberapa negara berkembang seperti Indonesia, India, dan berbagai negara di Timur Tengah.

“Kami sangat senang dapat berinvestasi pada StarMaker, sebagai salah satu platform media sosial berbasis musik yang sangat populer di berbagai negara berkembang,” ungkap Frode Jacobsen, CFO dari Opera. 

StarMaker melengkapi konten menarik yang sudah ada pada platform Opera News, untuk itu, kami bersemangat untuk mengambil bagian dalam perjalanan perusahaan dalam melanjutkan inovasi produk serta pertumbuhan pengguna.

Investasi strategis Opera pada StarMaker akan menjadi dasar peluang bagi kedua perusahaan untuk saling memanfaatkan kekuatan merek dan produk yang unik guna mempercepat pertumbuhan kedua perusahaan.

Opera telah meluncurkan dana investasi senilai Rp450 miliar (US$30 juta) dengan pre-money valuationsenilai Rp1,875 triliun (US$125 juta) melalui pembelian saham preferen yang diterbitkan oleh StarMaker, menunjukkan kepemilikan saham sebesar 19,35%. Sebagai bagian dari investasi, Opera juga mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi 51 persen di semester kedua tahun 2020.

Melanjutkan investasi ini, Yahui Zhou, selaku CEO dan Chairman Board of Directors Opera akan tetap memegang 65,78 persen dari ekuitas di StarMaker. Board of Directors Opera memperoleh analisis valuasi dari bank investasi pihak ketiga yang berdiri sendiri sebelum mendapatkan persetujuan dari transaksi ini.

(uji/JPC)

Menteri Rini Tunjuk 2 Direksi Baru Pelindo III

JawaPos.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menunjuk dua direktur baru PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III, Putut Sri Muljanto dan Toto Nugroho. Putut Sri Muljanto diangkat menjadi Direktur Operasi dan Komersial, serta Toto Nugroho menjadi Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis.

RUPS dipimpin oleh Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan, dan Pariwisata (ELKP) Edwin Hidayat Abdullah serta dihadiri oleh Komisaris Utama Pelindo III Hari Bowo dan Direktur Utama Pelindo III Doso Agung.

Putut Sri Muljanto merupakan bergabung di BUMN yang mengoperasikan terminal pada 43 pelabuhan di 7 provinsi Indonesia, sejak 1999 dan pernah menduduki berbagai peran penting.

Mulai dari SVP Marketing hingga jabatan direktur utama pada berbagai anak perusahaan seperti BJTI Port, Pelindo Marine Service, dan terakhir pada Terminal Petikemas Surabaya.

Kemudian Toto Nugroho sebelumnya telah meniti karir di Pertamina. Terakhir ia memegang posisi SVP Integrated Supply Chain dan pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Pertagas.

Direktur Utama Pelindo III Doso Agung mengungkapkan, dengan bertambahnya komposisi Direksi Pelindo III dari semula 5 orang menjadi 6 orang direktur, merupakan strategi tepat dari Menteri BUMN sebagai pemegang saham untuk meningkatkan daya saing Pelindo III.

“Tuntutan industri di sektor maritim merupakan tantangan berlevel global bagi Indonesia. Kini Pelindo III memiliki Direktur Teknik dan Direktur Operasi dan Komersial yang terpisah, sehingga fokus pada investasi teknologi dengan peningkatan produktivitas layanan jasa logistik dapat berjalan sama cepat beriringan,” ujarnya.

Susunan Direksi PT Pelabuhan Indonesia III (Persero):

1. Direktur Utama : Doso Agung
2. Direktur Operasi dan Komersial : Putut Sri Muljanto
3. Direktur Teknik : Joko Noerhudha
4. Direktur SDM : Toto Heliyanto
5. Direktur Keuangan : Iman Rachman
6. Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis : Toto Nugroho

(uji/JPC)

Komitmen BKPM Permudah Investasi di Karawang

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus melakukan langkah proaktif dalam mendorong percepatan pelaksanaan berusaha di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan mengimplementasikan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) di 48 kawasan industri dan 7 diantaranya ada di wilayah Karawang, Jawa Barat.

Plt Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Wisnu Wijaya Soedibjo mengatakan memang sudah banyak kawasan industri di Karawang yang mendapatkan fasilitas KLIK. Implikasi dari adanya kebijakan KLIK ini adalah mempercepat realisasi proyek Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

“Dengan KLIK ini, maka kawasan industri seperti yang ada di Karawang, Bekasi, termasuk Purwakarta juga bisa semakin menarik minat investor untuk bisa membangun pabrik-pabrik manufaktur berteknologi tinggi sehingga menciptakan lapangan pekerjaan baru,” katanya di Jakarta, Senin (5/11).

Di wilayah Karawang, Karawang New Industry City (KNIC) menjadi sebuah kota industri terintegrasi yang menyediakan layanan industri lengkap yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sektor industri dan perusahaan di setiap tahapan perkembangan bisnisnya. Pengembangan KNIC akan mencakup beberapa kluster industri, antara lain Makanan, Logistik, Otomotif dan Permesinan, serta Elektronik Rumah Tangga.

Baru-baru ini, produsen aksesoris digital 3C berbasis di Tiongkok, Wook, bersama dengan anak perusahaannya di Indonesia, Vivan Teletama, telah memilih KNIC sebagai fasilitas manufaktur pertama mereka di luar Cina. Binamitra Kwartasedaya, perusahaan konstruksi yang mengkhususkan diri dalam unit penyimpanan dan fasilitas pabrik, juga sudah berkomitment untuk membangun fasilitas logistik dan pergudangan di KNIC.

Berdasarkan Keputusan Kepala BKPM Republik Indonesia Nomor 155/2018 tentang Perubahan Ketiga SK Kepala BKPM Nomor 24 Tahun 2016 tentang Penetapan Kawasan Industri Tertentu untuk Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi, terdapat 48 kawasan industri berlokasi di 12 provinsi dan 25 kabupaten/kota yang mendapat kemudahan tersebut, dimana Karawang New Industry City (KNIC) termasuk salah satu penerima fasilitas tersebut baru-baru ini.

Wisnu menegaskan kebijakan KLIK SBOBET sudah memiliki MoU antara BKPM, Polri, pemerintah daerah, dan pengelola kawasan industri itu sendiri. Oleh karena itu, investor dapat langsung membangun pabriknya tanpa takut ada tuntutan dari pihak luar.

“Cepatnya proses realisasi pembangunan juga akan mempercepat keluarnya izin jalur hijau untuk importasi mesin dan peralatan untuk percepatan kegiatan konstruksi pabrik mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, daya tarik investasi di Indonesia mengalami peningkatan, terbukti dengan tingginya pengajuan izin prinsip yang diajukan pelaku usaha sejak 4 tahun terakhir. Namun, dalam pelaksanaannya atau realisasi investasinya cenderung menurun atau lambat karena banyak hambatan mulai dari perburuhan hingga pertanahan yang tidak mudah dipecahkan karena melibatkan banyak pihak.

“Artinya peluang investasi kita tinggi tapi realisasi di lapangan masih menemui hambatan yang cukup besar sehingga realisasi investasi hanya 25% dari izin prinsip yang dikeluarkan. Hambatan itu sangat besar padahal daya tarik investasi tinggi,” katanya.

Piter menegaskan untuk meningkatkan investasi, Pemerintah tidak dapat fokus di satu aspek saja, namun banyak aspek yang harus diintegrasikan agar target Pemerintah dalam memberikan kemudahan berinvestasi dapat segera terwujud. Contohnya, koordinasi antar lembaga dan kementerian harus diupayakan bisa terwujud agar kemudahan investasi bisa semakin lebih baik.

Buruan! Ada Tiket Kereta Eksekutif di Bawah Rp 100 Ribu di KAI Expo

JawaPos.com – Masih dibuka sampai hari ini, Minggu (4/11), PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI jual tiket kereta eksekutif mulai dari Rp 75 ribu hingga Rp 150 ribu. KAI menyediakan sejumlah 239.240 tempat duduk dengan harga tiket promo pada beberapa pilihan perjalanan. Adapun syarat dan ketentuannya berlaku untuk pemesanan tiket yang dilakukan secara langsung selama penyelenggaraan KAI Expo 2018.

“Calon penumpang dapat memesan tiket promo di 50-an loket yang KAI sediakan dan juga 100-an unit laptop untuk melakukan reservasi tiket promo dengan kuota 239.240 tempat duduk yang disediakan untuk para pengunjung menggunakan jaringan kabel LAN di lokasi,” kata Corporate Deputy Director of Passenger Transport Marketing and Sales KAI Mukti Jauhari di Jakarta, Minggu (4/11).

KAI memberikan tiket promo relasi Jakarta-Surabaya tarif regular Rp 485 ribu menjadi Rp 150 ribu, tujuan Jakarta-Yogya/Solo yang regular Rp 475 ribu menjadi hanya Rp 150 ribu, Bandung-Surabaya Rp 495 ribu menjadi hanya Rp 150 ribu, Bandung-Jakarta regular Rp 125 ribu menjadi hanya Rp 75 ribu.

Tiket promo ini berlaku untuk keberangkatan mulai 5 November 2018 sampai dengan 2 Februari 2019. Perlu diketahui bahwa tarif promo tersebut tidak berlaku parsial, tidak dapat digabung dengan tarif reduksi atau diskon lainnya, tidak diubah jadwal atau dibatalkan, dan juga tidak berlaku untuk tiket keberangkatan pada tanggal 20 Desember 2018 sampai dengan 6 Januari 2019.

Hanya cukup membayar tiket Rp 20 ribu, pengunjung bisa berburu tiket dalam pameran yang digelar di ICE BSD City, Tangerang. Pengunjung juga akan mendapatkan gratis minuman setelah pembelian tiket masuk.

(uji/JPC)

Dukung Bandara Kertajati, Damri Operasikan 4 Rute Perdana

JawaPos.com – Sejak dioperasikannya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) pada Mei 2018 lalu, bandara tersebut masih sepi peminat. Berbagai strategi terus diupayakan agar bandara tersebut bergairah.

Salah satunya adalah dengan kemudahan akses menuju BIJB. Saat ini, sudah ada akses bus DAMRI untuk ke dan dari BIJB.

Kasubdit Prasana Penimbangan Kendaraan Bermotor, Direktorat Prasarana Perhubungan Darat Iman Sukandar mengungkapkan, ada empat rute yang sudah tersedia dari DAMRI tersebut.

“Rutenya dari Cikarang, Purwakarta, Cirebon, dan Kuningan untuk akses ke Bandara Kertajati,” ujarnya di Majalengka, Jumat (2/11) petang.

Menurutnya, masih sedikitnya jumlah DAMRI yang tersedia lantaran jadwal penerbangannya juga masih terbatas. Jadwal keberangkatannya pun tiga atau empat jam sebelum terbang.

Kendati demikian, pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan terhadap penambahan jadwal keberangkatan maupun kedatangan. Sehingga, frekuensi perjalanan dari DAMRI itu sendiri akan bisa disesuaikan.

“Nantinya juga akan ada pemadu moda tambahan bila tol Cisumdawu selesai dibangun dan mulai dioperasikan,” pungkasnya.

(hap/JPC)

Dukung Pengembangan Investasi di Dearah, Apkasi Luncurkan AOE19

JawaPos.com – Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) resmi meluncurkan program tahunan Apkasi Otonomi Expo 2019 (AOE19). Event tahunan yang akan menghimpun seluruh anggota Apkasi, invsstor dan para pebisnis ini diharapkan bisa berkontribusi dalam mendukung investasi di daerah.

“Trend positif penyelenggaraan AOE dua tahun terakhir yang membukukan transaksi bisnis sekitar Rp 4 triliun jadi pemacu Apkasi untuk kembali menggelar perhelatan besar ini,” Sekjen Apkasi Remigo Yolando Berutu dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (2/11).

Menurutnya, hadirnya investor dan buyers, dari dalam maupun luar negeri jadi modal awal yang baik untuk melaksanakan AOE19 yang akan digelar 3-5 Juli 2019 di Hall A dan Hall B, JCC Senayan Jakarta, nanti.

Diungkapkan, hingga kini tercatat sebanyak 154 stand dari perwakilan pemerintah kabupaten akan hadir meramaikan AOE19. “Itu sudah mengisi 46 persen dari jumlah 337 stand yang disediakan panitia,” kata Bupati Pakpak Bharat ini.

Remigo menyebut di tengah era persaingan global seperti sekarang ini, Apkasi akan terus mendorong 416 pemerintah kabupaten selaku anggotanya untuk terus meningkatkan kemampuan untuk dapat memenangkan persaingan di pasar lokal, regional, maupun di tingkat internasional.

“Apkasi akan terus memfasilitasi terbukanya pasar internasional yang lebih luas, dengan menghadirkan para pelaku bisnis manca negara saat berlangsungnya AOE19 nanti,” katanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengembangan Bisnis dan Potensi Daerah Apkasi, Syaifudin Ch. Kai menjelaskan bahwa AOE19 memiliki agenda inti, diantaranya adalah pameran/expo, executive dialogue & business matching forum, workshop UMKM, dan sejumlah agenda lainnya.

“Sedikitnya hadir 10.000 pengunjung potensian dalam setiap penyelenggaraan AOE yang berasal dari kalangan pelaku usaha dan investor dalam dan luar negeri setiap tahunnya,” imbuh Syaifudin.

AOE19 diharapkan jadi event strategis bagi para peserta untuk mendapatkan akses perdagangan dan investasi yang lebih luas. Begitu juga sebaliknya, para pebisnis dapat mengakses dan merebut peluang bisnis di daerah seluruh Indonesia secara efektif dan efisien.

(ask/JPC)

Gelaran OOC 2018 Strategis Angkat Potensi Ekonomi Bahari Indonesia

JawaPos.com – Pemerintah harus memberikan perhatian lebih kepada budaya bahari Nusantara untuk mencapai poros maritim dunia. Budaya tersebut selanjutnya ditransformasikan pada sektor ekonomi nasional.

Hal itu disadisampa Direktur Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim Universitas Trilogi, Muhammad Karim. Dia mengapresiasi gelaran Forum Our Ocean Conference (OOC) 2018 di Bali pada Senin (29/10) hingga Selasa (30/10).

Menurutnya, ajang tersebut strategis bagi Indonesia dalam memperkuat visi menuju kepemimpinan maritim dunia.

“Sebab, forum ini berbicara mengenai apa yang mau diunggulkan secara ekonomi dengan menjadi poros maritim dunia. Seperti halnya Nusantara dulu terkenal sebagai negeri kaya rempah-rempah,” kata dia.

Menurut Karim, dalam menuju poros maritim, masyarakat nelayan harus menjadi aspek yang diperhitungkan. Transformasi budaya melaut para nelayan dalam konteks ekonomi harus ditonjolkan.

Sementara itu, Ketua Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB) Ario Damar menilai kebijakan yang dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sudah sejalan menuju Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Hal tersebut tampak pada kebijakan perlindungan kepada nelayan, terutama menengah dan kecil. Sehingga dapat dikategorikan ada keberpihakan ke nelayan sebagai salah satu syarat poros maritim.

Ario menyebutkan, keberpihakan Susi Pudjiastuti terlihat pada soal pemberantasan illegal fishing. Itu menjadi terapi yang ampuh dan akhirnya menjaga kehidupan nelayan sebagai pondasi poros maritim.

“Fokusnya kepada industri perikanan. Tentunya hal tersebut harus terus dibarengi dengan kebijakan pengelolaan industri perikanan yang arahnya pada ekonomi biru, yakni memperbaiki dan memanfaatkan laut ke dalam perspektif lebih efisien, penuh inovasi teknologi dan zero waste,” kata Ario.

Forum OOC 2018 dihadiri oleh 8 kepala negara dan lebih dari 1.900 perwakilan dari 70 negara, 30 pejabat setingkat Menteri, 38 organisasi internasional, 290 NGO dan sektor privat.

Ada enam isu yang dibahas pada OOC 2018 yakni, pengelolaan perikanan berkelanjutan, polusi laut, kawasan konservasi laut, keamanan laut, perubahan iklim dan ekonomi biru.

(yuz/JPC)

KNKT Benarkan Pesawat Lion Air yang Jatuh Sempat Ditumpangi Presenter

JawaPos.com – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membenarkan pesawat Lion Air dengan Nomor registrasi PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Karawang ditumpangi presenter olahraga, Conchita Caroline pada Minggu (28/10) malam.

“Jadi data itu kita minta dari mereka, betul enggak ada pesawat ini? (DPS-CGK). Kata mereka iya pak. (Terkonfirmasi) itu pesawat yang sama,” kata Investigator Kecelakaan Penerbangan Ony Soerjo Wibowo di Kantor KNKT, Jakarta, Selasa (30/10).

Kendati begitu, ia harus memverifikasi soal masalah yang tercantum dalam catatan riwayat pesawat (log book) terlebih dahulu sehingga belum dapat berkomentar lebih jauh. Untuk mencari tahu penyebab, KNKT juga menerima data-data yang didapat dari sosial media dan masyarakat untuk diverifikasi.

KNKT sudah memverifikasi termasuk data dari masyarakat kepada operator yaitu maskapai Lion Air. Artinya, KNKT telah mendapatkan data log book yang sebenarnya dari pihak maskapai.

“Kita sudah konfirm ke penerbang yang melakukan penerbangan dari DPS-CGK datanya sudah didapatkan dan itu yang kita verifikasi,” tuturnya.

Dalam hal pengecekan pesawat, kata Ony, setiap maskapai memiliki ketentuan yang berbeda-beda. Ada maskapai yang melakukan pengecekan setiap awal penerbangan. Hal itu dilakukan oleh teknisi, berbeda lagi dengan yang dilakukan oleh pilot.

Selanjutnya, ada pengecekan yang dilakukan saat pesawat tiba di suatu kota yang disebut dengan transit check. Sedangkan, di akhir penerbangan dilakukan daily check dan itu adalah pengecekan seluruh rangkaian pesawat.

(uji/JPC)

OCC 2018 Dinilai Dapat Perkuat Posisi Maritim Indonesia

JawaPos.com – Penyelenggaraan Our Ocean Conference (OOC) 2018 diyakini bakal memberi keputusan dan komitmen positif untuk tata kelola laut yang lebih baik. Khususnya menyangkut kepentingan para nelayan.

Kepala Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB) Ario Damar mengatakan, kegiatan OOC 2018 bakal berdampak penting baik untuk pengelolaan laut nasional dan internasional.

Terdapat enam isu yang dibahas dalam OOC 2018. Yakni pengelolaan perikanan berkelanjutan, polusi laut, kawasan konservasi laut, keamanan laut, perubahan iklim dan ekonomi biru. Hal itu akan mendorong perbaikan ekonomi yang berpusat pada sektor industri perikanan.

“Untuk level internasional, ini akan memperkuat posisi Indonesia menjadi poros maritim dunia,” kata Ario Damar.

Sedangkan terkait perbaikan ke dalam negeri, Ario mengatakan, amat strategis karena akan dirumuskan komitmen-komitmen yang nantinya menjadi acuan pemerintah memperbaiki dan memanfaatkan laut ke arah ekonomi biru.

“Dalam perspektif sbobet indonesia yang lebih efisien penuh dengan inovasi teknologi dan zero waste,” ujarnya.

Ario menuturkan, komitmen-komitmen yang dirumuskan di OOC 2018 perlu lebih dirinci kembali oleh pemerintah Indonesia kemudian dilakukan penelusuran.

Sebab, menurutnya, hasil dari OCC 2018 tidak akan memberikan efek secara langsung, namun membutuhkan waktu. Minimal waktu yang diperlukan agar tampak hasil dari OCC 2018 adalah enam bulan ke depan.

“Misalnya, komitmen soal konservasi laut, kita punya banyak sekali daerah konservasi laut, tetapi seberapa efektif pengelolaan konservasi laut itu jauh penting daripada menciptakan daerah konservasi. Manajemen efektivitas yang harus digenjot, apakah sudah bisa 100 persen sebagai kawasan konservasi,” kata Ario.

OCC tahun 2018 berlangsung selama dua hari, yaitu tanggal 29 sampai 30 Oktober 2018, di Nusa Dua, Bali. Konferensi ini merupakan gelaran kelima, sebelumnya konferensi diselenggarakan di Malta.

Sejak tahun 2014, OCC mengundang pemimpin-pemimpin dunia kelautan yang berkomitmen melakukan perubahan bersama guna mengubah tantangan menjadi peluang kerja sama, inovasi, dan keberlanjutan.

OCC tahun 2018 dihadiri oleh delapan kepala negara, lebih dari 1.900 perwakilan 70 negara, 30 pejabat setingkat Menteri, 38 organisasi internasional, 290 NGO dan sektor privat.

(yuz/JPC)

Pabrik Alumina Indonesia-China Bantu Hemat Devisa Hingga USD 305 Juta

JawaPos.com – Indonesia melalui Holding Industri Pertambangan (HIP) PT Inalum (Persero) bersama anggota HIP PT Antam (Persero) Tbk dan produsen alumina terbesar kedua di dunia Aluminum Corporation of China Ltd (Chalco) akan berkongsi membangun pabrik pemurnian untuk memproses bauksit menjadi alumina. Alumina adalah baku utama pembuatan aluminium ingot. Sementara Inalum sendiri merupakan satu-satunya produsen aluminium ingot di Indonesia.

Direktur Utama HIP Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pabrik alumina ini dapat menghemat devisa negara, karena Inalum tak perlu lagi melakukan impor. Sebagaimana diketahui, selama ini Inalum mengimpor 100 persen alumina dari Australia, China maupun India.

“Sekarang ini Inalum memproduksi 250 ribu ton aluminium ingot, itu membutuhkan 500 ribu ton alumina. Harga alumina USD 611 per ton. Sehingga penghematannya, karena tidak perlu impor, mencapai USD 305,5 juta (500 ribu ton x USD 611),” kata Budi di Bontang, Kalimantan Timur, Minggu (28/10).

Selain menghemat devisa, pabrik alumina di Mempawah tersebut akan membantu mendorong ekspor. Jika pembangunan tahap dua kelar, atau kapasitas produksinya mencapai 2 juta metrik ton, maka potensi nilai ekspor yang dihasilkan juga sekitar USD 305,5 juta.

“Investasi untuk membangun pabrik tahap 1 tersebut diperkirakan sekitar USD 850 juta (Rp 12,75 triliun, asumsi kurs 15.000),” katanya.

Pabrik pemurnian bauksit menjadi alumina itu sendiri ditargetkan mulai beroperasi pada 2021. Budi menjelaskan, hilirisasi mineral ini sangat berperan untuk meningkatkan ekspor, memperkuat balance of payment, serta rupiah.

Lebih lanjut dia mengatakan, ketika pabrik di Mempawah itu beroperasi, pabrik Inalum yang ada di Kuala Tanjung akan membeli alumina dari sana sesuai harga pasar.

“Sebenarnya kami akan beli aluminanya juga seusai harga pasar. Tetapi, daripada bayar ke Australia, China, dan India, ya kami bayar dari Sumatera Utara ke Kalimantan Barat. Jadi uangnya tidak ada yang keluar,” ungkap Budi.

(est/JPC)

Adrianto Djokosoetono-Ridzi Kramadibrata: Melihat Sisi Lain Persaingan

Aktivis asal India Kailash Satyarthi pernah menulis bahwa tidak ada ruas dalam masyarakat yang bisa menyaingi kekuatan, antusiasme, dan keteguhan hati para pemuda. Satyarthi benar. Karena itulah semangat Sumpah Pemuda seharusnya terus mengilhami Indonesia.

Pads edisi khusus Sumpah Pemuda 2018 hari ini, Jawa Pos mengangkat beberapa cerita tentang para pemuda yang berada dalam gelanggang yang sama, tetapi kebetulan memiliki pandangan, sisi, dan keberpihakan yang berbeda. Walau begitu, mereka sepakat bahwa bangsa InI adalah yang utama. Para pemuda ini mungkin bisa menjadi inspirasi. Bahwa kita bisa saja berbeda, tetapi tetap satu jua. Indonesia! Artikel kelima, dari Adrianto Djokosoetono dan Ridzi Kramadibrata.

Adrianto Djokosoetono-Ridzi Kramadibrata: Melihat Sisi Lain PersainganDirektur Blue Bird Adrianto Djokosoetono (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

Dua ’’nakhoda” perusahaan yang berbeda. Berangkat dari basis yang tidak sama. Tapi, semangatnya sama: memajukan transportasi publik di Indonesia.

”Saya kenal baik dengan Ridzki. Di industri yang bersinggungan, pasti kami lebih sering ketemu. Beliau adalah sosok yang gigih dan kompeten di bidangnya.” Ucapan Direktur PT Blue Bird Tbk Adrianto Djokosoetono tentang figur Ridzki Kramadibrata, managing director Grab Indonesia, itu menunjukkan bahwa ada respek yang dibangun dalam relasi keduanya.

Ya, Grab dan Blue Bird memang secara tidak langsung bersaing untuk memberikan layanan transportasi yang dibutuhkan masyarakat. Ada kompetisi. Termasuk dengan penyedia layanan serupa yang lain.

Tema persaingan yang mengemuka, misalnya, antara layanan digital dan konvensional. Namun, itu bukan fokus utama. Sebaliknya, Adrianto dan Ridzki sepakat menyebut kolaborasi sebagai hal yang perlu digarisbawahi. Juga, mendorong dilakukannya berbagai inovasi.

”Persaingan itu hal yang baik. Dalam memenangi persaingan, dibutuhkan inovasi dan kemampuan untuk membaca apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” kata Ridzki.

Melihat sisi lain dari persaingan, lanjut Ridzki, kolaborasi adalah hal yang sangat penting. Begitu pula halnya dengan operator taksi konvensional. Bahkan, dia menyebutkan, saat kali pertama beroperasi di Indonesia, yang diluncurkan adalah layanan GrabTaxi. ”Sudah menjadi DNA kami untuk berkolaborasi. Di banyak kota di Indonesia, kami meluncurkan layanan bersama taksi juga,” beber pria yang menuntaskan pendidikan MBA dari State University of New York itu.

Adrianto pun memiliki pandangan yang hampir senada. Integrasi dan kolaborasi menjadi salah satu kunci. Itu termasuk upaya merespons perubahan pola market akibat kehadiran penyedia transportasi online. ”Digital dulu kami anggap sebagai tambahan. Ternyata, semakin majunya teknologi itu membuka banyak hal yang sangat perlu dikembangkan,” paparnya.

Andre, sapaan akrabnya, tidak ingin berfokus pada perbedaan online atau konvensional. Seperti Ridzki, dia mengesampingkan penegasan persaingan dan kompetisi.

Sebagai sesama pelaku bisnis di industri transportasi, keduanya justru kerap bertukar pandangan dalam berbagai kesempatan pertemuan. ”Di berbagai kesempatan pertemuan itu kan kita pasti pernah berdiskusi. Tentang apa sih point of view yang mereka yakini. Dengan understanding itu, kita bukan mengedepankan perbedaan. Tapi, mindset apa yang ingin dicapai,” tutur penyandang gelar MBA dari Bentley University tersebut.

Ridzki dan Andre memiliki harapan yang kurang lebih sama terkait perkembangan sektor transportasi tanah air. Salah satunya, dukungan pemerintah. Pemerintah dianggap memiliki peran penting dalam memecahkan masalah transportasi publik. ”Untuk bisa mencapai pelayanan yang terbaik untuk angkutan umum itu, memang harus ada keberpihakan atau pemerintah. Jadi, kami berharap policy yang itu terus dikembangkan dan tetap secara principal dikedepankan pemerintah,” kata Andre.

Di sisi lain, Ridzki menyebutkan bahwa dalam pemanfaatan teknologi tidak ada batasnya. Teknologi akan mempermudah siapa saja untuk menyelesaikan masalah transportasi publik. ”Mungkin saat ini orang memikirkannya masih terkotak-kotak. MRT sendiri, bus sendiri, kereta sendiri, pesawat sendiri. In the end, itu semua akan terintegrasi karena teknologi,” jelasnya.

Adrianto Djokosoetono-Ridzi Kramadibrata: Melihat Sisi Lain PersainganManaging Director Grab Indonesia Ridzi Kramadibrata (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

Indonesia Butuh Inovasi Anak Muda

Dalam dunia bisnis, Ridzki dan Andre percaya bahwa anak muda punya peran yang sangat penting. Lebih dari sekadar ungkapan pemuda sebagai agen perubahan. Buktinya, dengan kendaraan bernama teknologi, semakin banyak ide bisnis start-up yang bermunculan dari anak muda.

Yang perlu diperhatikan, anak muda harus tepat menentukan masalah yang akan diberi solusi melalui bisnisnya. ”Harus sangat klir. Clear on what problem is being solved,” tegas Ridzki.

Dia mengatakan bahwa Indonesia sangat luas. Anak muda tidak harus berpikir memulai bisnis dengan menyasar market kota besar seperti Jakarta. Sebagaimana layaknya strategi yang dijalankan Grab yang mereka sebut hyperlocal. Anak muda bisa melihat peluang yang ada di dekat mereka.

Setiap kota memiliki karakter yang spesifik. Masing-masing membutuhkan solusi tersendiri dari masalah yang ada. Dengan memahami kebutuhan hyperlocal tersebut, pelaku bisnis akan bisa memberikan servis yang relevan.

Langkah berikutnya adalah berfokus pada kepuasan pelanggan. Sebab, apa pun inovasi dan ekspansi yang dilakukan suatu bisnis harus tetap mengacu pada kepuasan customer. Kepuasan pelanggan harus menjadi indikator yang selalu dimonitor. ”Jangan sampai suatu produk itu diluncurkan, tapi kepuasan pelanggannya jauh. Tentu akan ditinggalkan pelanggan,” tambahnya.

Sementara itu, Andre menegaskan bahwa anak muda yang ingin memulai bisnis tidak boleh mudah menyerah. ”Saya tahu dan bisa membayangkan bagaimana sulitnya menetaskan dan membawa dari ide ke tahap pertama implementasi. Tapi, jangan pernah menyerah,” tegasnya.

Menurut Andre, Indonesia sedang membutuhkan banyak sekali manuver atau inovasi dari anak muda. Baik dari sisi skill maupun produk. Anak muda harus lebih berani untuk mengambil tindakan dan cepat beradaptasi dengan perubahan-perubahan. ’’Berharap lebih banyak pengusaha muda yang terus secara gigih mengembangkan usaha-usaha baru,’’ tandasnya.

(agf/c7/fal)

Usai Diresmikan, Bandara APT Pranoto Akan Dikelola Angkasa Pura I

JawaPos.com – Usai diresmikan pada Kamis (25/10) Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur akan dikelola PT Angkasa Pura I. Kepastian ini direalisasikan dalam penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, dan PT Angkasa Pura I (Persero) tentang rencana kerja sama pengoperasian bandara ini.

“Dengan kapasitas runway yang cukup 2.250 meter kami pikir bandara ini bisa berfungsi lebih maksimal oleh karenanya kita akan menugaskan PT Angkasa Pura I untuk selaku pengelola nanti diikuti dengan kerjasama pengelolaan,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/10).

Dengan dikelola oleh PT Angkasa Pura I, Menhub menyebut Bandara APT Pranoto dapat dikelola lebih profesional dan tanpa menggunakan APBN.

Usai Diresmikan, Bandara APT Pranoto Akan Dikelola Angkasa Pura IMenhub Budi Karya Sumadi (Issak Ramadhani/JawaPos.com)

“Jadi ini (nantinya) adalah uang swasta melalui BUMN dan saya harapkan AP I yang berpengalaman dapat menjalankan dengan baik,” tuturnya.

Selain memberikan kesempatan kepada PT Angkasa Pura I untuk mengelola, Menhub mengatakan bahwa akan memberi peluang juga terhadap pemerintah daerah melalui BUMD untuk turut mengelola Bandara APT Pranoto.

Ia berharap, dengan pengoperasian Bandara APT Pranoto ini akan membuka aksesibilitas khususnya masyarakat Samarinda.

“Kita tahu bahwa transportasi udara mempunyai karakteristik yang cepat dan mudah dan bagi Samarinda kita tahu persis bahwa ini memberikan suatu aksesibilitas yang baik sekali. Karena penumpang dari Samarinda tidak harus ke Balikpapan dulu, tapi nanti bisa langsung ke Jakarta dan Surabaya,” jelas dia.

Saat ini Bandara APT Pranoto masih dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) di bawah Kementerian Perhubungan dengan status lahan telah dihibahkan sepenuhnya dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ke Kementerian Perhubungan. Dengan dioperasikan PT Angkasa Pura I, Bandara APT Pranoto tentunya akan lebih dikembangkan.

“Mengenai pembangunan bandara yang sudah selesai ini, seperti dijelaskan Dirjen kurang lebih sekitar 1.8 triliun. Dimana APBD memang lebih banyak porsinya disini. APBN kurang lebih sekitar 200 milyar. Tapi berikutnya, bandara ini membutuhkan pengembangan, misalnya memperpanjang runway, memperbesar terminal, dan sebagainya. Kita harapkan sumber dananya dari kerja sama pengelolaan tadi,” terangnya.

Pada sisi udara, Bandara APT Pranoto memiliki dimensi ukuran runway 2.250 x 45 meter, apron 30 x 123 meter, dan taxiway dengan dimensi 173 x 23 meter. Dengan begitu maka saat ini Bandara APT Pranoto telah dapat didarati pesawat sejenis Boeing 737-900ER. Pada sisi darat bandara APT Pranoto memiliki terminal penumpang seluas 12.700 meter persegi yang mampu menampung 1,5 juta penumpang pertahun.

(hap/JPC)

Hingga Triwulan III-2018, Trafik Penumpang AP I Tumbuh 9 persen

JawaPos.com – Jumlah trafik penumpang di 13 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero) terus mengalami peningkatan. Sejak awal 2018 hingga triwulan III-2018, terjadi peningkatan trafik penumpang sebesar 9 persen dibanding periode yang sama pada 2017 (year on year).

“Angkasa Pura I terus melakukan pengembangan bandara untuk memicu dan mengantisipasi potensi pertumbuhan penumpang tiap tahunnya. Pengembangan dilakukan juga untuk menjaga standar layanan kepada pengguna jasa bandara,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi dalam keterangan tertulis, Jumat (26/10).

Faik merincikan, trafik penumpang di 13 bandara Angkasa Pura I dicatat mencapai 73,02 juta orang, naik sebesar 9 persen dibanding periode yang sama pada 2017 yang mencapai 66,9 juta orang.

Trafik penumpang tertinggi terjadi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dengan jumlah penumpang sebanyak 17,7 juta orang atau berkontribusi sekitar 24,2 persen dari total trafik penumpang di bandara Angkasa Pura I selama periode tersebut. Jumlah ini tumbuh 7,86 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 16,4 juta orang.

Trafik tertinggi kedua pada periode ini terjadi di Bandara Juanda Surabaya dengan total trafik sebesar 15,9 juta orang atau sekitar 21,7 persen dari total trafik bandara Angkasa Pura I. Jumlah ini tumbuh 7,12 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar 14,8 juta orang.

Sementara itu trafik tertinggi ketiga terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan total trafik 10,1 juta orang atau 13,8 persen dari total trafik. Jumlah ini tumbuh 12,63 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar 9 juta orang.

Dia melanjutkan, untuk trafik pertumbuhan penumpangnya, Bandara Ahmad Yani Semarang menjadi yang tertinggi dengan pertumbuhan sebesar 20,86 persen yaitu menjadi 3,89 juta orang dari 3,22 juta orang pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan tertinggi kedua terjadi di Bandara Frans Kaisisepo Biak yaitu sebesar 19,27 persen menjadi 371.793 penumpang dari 311.722 penumpang pada periode yang sama 2017 lalu.

Sementara itu, Bandara Pattimura Ambon mengalami pertumbuhan penumpang tertinggi ketiga dengan pertumbuhan 17,52 persen periode triwulan I hingga triwulan III 2018 ini menjadi 1,13 juta orang dari 964.545 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Salah satu faktor utama yang membuat pertumbuhan trafik penumpang Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang sebagai yang tertinggi di antara bandara Angkasa Pura I lainnya adalah telah dioperasikannya Terminal Baru pada Juni lalu di mana terjadi peningkatan luasan dan kapasitas penumpang yang dapat menampung penumpang mencapai 6,9 juta orang per tahun,” terangnya.

“Peningkatan kapasitas bandara merupakan faktor utama untuk mendorong peningkatan trafik penumpang. Oleh karena itu, Angkasa Pura I terus menggenjot pengembangan bandara-bandara kelolaan,” tambah Faik.

Untuk mengantisipasi dan mendorong potensi pertumbuhan trafik, perseroan menargetkan dua proyek pengembangan bandara dapat mulai dioperasikan (minimum operation) pada 2019 mendatang. Kedua proyek pengembangan bandara tersebut yaitu Bandara Internasional Baru Yogyakarta (NYIA) yang ditargetkan dapat dioperasikan pada April 2019 dan Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin pada Oktober 2019.

(hap/JPC)

Surplus 2,85 Juta Ton, Potensi Impor Beras Masih Ada

JawaPos.com – Pemerintah akhirnya menggunakan metode baru dalam menghitung data produksi beras nasional. Langkah tersebut mengakibatkan terjadi penyusutan jumlah surplus beras. Yakni, dari 13,03 juta ton (versi Kementerian Pertanian) menjadi 2,85 juta ton.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan, surplus beras 2,85 juta ton yang dihasilkan metode penghitungan baru, yaitu kerangka sampel area (KSA), masih kurang memenuhi kebutuhan konsumsi beras dalam negeri.

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, konsumsi beras masyarakat dalam sebulan saja mencapai 2,5 juta ton. “Surplus ini bagus, harus kita apresiasi. Tapi, melihat kebutuhan bulanan 2,5 juta ton, Anda bisa lihat. Cukup enggak kalau surplusnya segitu?” katanya saat konferensi pers kemarin (24/10).

Surplus 2,85 Juta Ton, Potensi Impor Beras Masih AdaIlustrasi: BPS mengingatkan surplus beras 2,8 ton belum aman untuk kebutuhan domestik. (Cecep Mulyana/Batam Pos/Jawa Pos Group)

Surplus 2,85 juta ton itu akan tersebar, antara lain, untuk menutupi kebutuhan rumah tangga konsumen, rumah tangga produsen, pedagang, penggilingan, industri hotel, restoran dan kafe (horeka), serta ke Perum Bulog.

Dia menjelaskan, 44 persen dari surplus beras 2,85 juta ton dikonsumsi 14,1 juta rumah tangga produsen. Jumlah itu setara 1,35 juta ton beras. Artinya, rata-rata setiap 1 rumah tangga produsen hanya mendapat surplus 7,5 kilogram (kg) beras per bulan. “Itu adalah jumlah surplus yang sangat sedikit,” katanya dalam jumpa pers kemarin. Belum lagi, kondisi pada bulan-bulan tertentu yang memengaruhi musim panen.

Dengan demikian, kata Kecuk -sapaan Suhariyanto- pemerintah masih perlu mengantisipasi defisit beras. Terutama pada bulan-bulan tertentu saat belum memasuki musim panen. “Jangan sampai berpendapat, surplus 2,85 juta ton itu aman lho,” ucap dia.

Sekjen Kementan Syukur Iwantoro menambahkan, meski ada surplus beras 2,85 juta ton, kebutuhan konsumsi nasional juga meningkat. Selama empat tahun, populasi penduduk meningkat menjadi 265 juta atau naik 12,8 juta jiwa. Artinya, kebutuhan konsumsi beras bertambah menjadi 1,7 juta ton.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, sebaran surplus beras 2,85 juta ton ke rumah tangga produsen bakal mengurangi persediaan beras lokal di Bulog. Maret lalu stok beras di Bulog hanya 500 ribu ton. Kondisi tersebut membuat pemerintah beberapa waktu lalu memutuskan untuk impor beras. Apalagi, perkiraan panen beras pada Maret lalu meleset. “Sudahlah, impor itu bukan barang haram. Daripada rakyat (kesulitan, Red),” ujarnya

Pemerintah mengaca pada langkah Filipina yang tidak impor beras pada tahun ini. Akibatnya, inflasi Filipina pada Agustus lalu melonjak menjadi 6 persen. Padahal, jika Filipina mau mengantisipasi defisit beras dengan impor, angka inflasi pada Agustus seharusnya hanya 2 persen.

Yang pasti, lanjut Darmin, pemerintah kini makin mudah mengantisipasi kelangkaan beras dengan pembaruan data produksi beras. Minimal, kisruh data beras di level pemerintah tak ada lagi karena semua mengacu pada data BPS.

Ditanya kemungkinan akan melakukan impor beras lagi pada tahun depan, pemerintah belum memutuskan. “Belum, belum. Kan kita lihat dulu di akhir tahun ini stok (beras Bulog) tinggal berapa. Akhir tahun itu sebetulnya belum panen, tapi stoknya berapa, kita sudah tahu posisinya.”

Direktur Pengadaan Bulog Bachtiar memaparkan jumlah stok beras di gudang Bulog. Dari kontrak impor beras 1,8 juta ton, jumlah yang sudah masuk gudang Bulog sebanyak 1,5 juta ton. Sisa 300 ribu ton beras impor belum diserap Bulog.

Di luar itu, Bulog tahun ini menyerap beras dari dalam negeri sebanyak 1,5 juta ton. “Serapan beras dalam negeri itu sudah digunakan untuk bansos (bantuan sosial), operasi pasar, dan bantuan bencana. Stok (beras lokal) di Bulog tinggal 800 ribu ton,” urainya. Ditambah serapan beras premiun 150 ribu ton, praktis stok beras dalam negeri di Bulog kini sebanyak 950 ribu ton.

Dengan total impor beras 1,8 juta ton, total stok beras di Bulog mencapai 2,75 juta ton. Stok itu cukup sampai akhir tahun. Sebab, tahun ini Indonesia sudah melakukan impor. Jika tidak ada impor, stok beras Bulog saat ini hanya 950 ribu ton. Jumlah itu berada di bawah ambang batas impor, yakni Bulog minimal mempunyai beras 1 juta ton. 

(jun/far/rin/nis/c10/agm)

Apresiasi Dari Peraih Nobel Ekonomi

JawaPos.com – Pada 2018 ini, jumlah dana desa yang disalurkan pemerintah Indonesia mencapai Rp 60 triliun untuk 74.957 desa di seluruh Indonesia. Setiap desa rata-rata mendapatkan RP 600 – Rp 800 juta. Jumlah dana desa diperkirakan meningkat tahun depan seiring penambahan alokasi dana desa 2019 yang direncanakan sebesar Rp 73 triliun.

Peraih nobel bidang ekonomi Prof Joseph Stiglitz mengapresiasi model pembangunan wilayah perdesaan di Indonesia dengan menggunakan dana desa sebagai stimulus pembangunan yang dimulai dari desa. ’’Saya sangat mengapresiasi model pembangunan seperti ini. Pembangunan didasarkan pada kebutuhan yang berbeda di setiap daerah. Ini menghasilkan pola pembangunan wilayah yang menakjubkan,’’ ungkap mantan penasihat Presiden Clinton itu dalam Forum Tri Hita Karana (THK) Sustainable Development di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018).

Demikian juga Center for Global Development, sebuah lembaga yang bekerja untuk menurunkan tingkat kemiskinan global mengapresiasi program dana desa karena mampu menciptakan kualitas hidup masyarakat pedesaan yang lebih baik.”Beragam program pembangunan yang fokus pada pertumbuhan ekonomi, pendidikan, kesehatan, air bersih, serta infrastruktur dasar menjadi bagian penting untuk memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat,” tutur Presiden Center for Global Development Masood Ahmed.

Masood menambahkan, pengentasan kemiskinan melalui kebijakan dana desa merupakan bagian penting kontribusi pemerintah Indonesia dalam mewujudkan tujuan pembangunan global dan dunia yang lebih baik.”Pembangunan sarana dan prasarana di pedesaan melalui dana desa adalah langkah nyata mendukung pengentasan kemiskinan yang menjadi tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs),” sebutnya.

Presiden The International Fund for Agricultural Development (IFAD) Gilbert Houngbo menilai program dana desa adalah sebuah transformasi untuk wilayah perdesaan. Dengan model tersebut, semua pihak mandapatkan manfaat. Hal itu sejalan dengan program-program IFAD untuk membangun wilayah perdesaan melalui bidang pertanian.”Kami akan rekomendasikan model Dana Desa ini kepada negara-negara berkembang di seluruh dunia,” tutur Houngbo.

(arm/tih/wir/JPC)

El Benny, Kisah Tragis Maestro Musik Kuba

Jakarta: Mendengar Kuba, nama yang akan terlintas ialah sosok Fidel Castro atau Che Guevara. Tapi, sebelum Castro memenangkan revolusi gerilyanya, Kuba punya sosok heroik di lintasan lain dari dunia musik. Namanya Bartolome Maximiliano Moré, tetapi orang mengenalnya sebagai Benny Moré. 

Di Kuba, Benny More bisa dibilang musisi paling berpengaruh yang pernah dimiliki pulau itu. Orang seperti tak lagi peduli peliknya kehidupan tatkala mendengar Benny bernyanyi. Yang mereka tahu hanya satu: berdansa. Karena itu, semasa hidupnya Benny punya banyak julukan: Master of Rhythm, The Greatest Sonero hingga The Prince of Mambo. 

Pengaruh besar Benny di dunia musik itu menginspirasi sutradara  Jorge Luis Sánchez membuat film berjudul El Benny. Aktor Renny Arozarena didapuk memerankan Benny. 


Poster film El Benny (Foto: ist)

Film El Benny tidak merekam sosok Benny sejak kecil hingga dewasa, tapi lebih banyak berpusat pada lika-liku perjalanan Benny di dunia musik. Film yang ditayangkan pada 2006 ini lebih mencuplik bagaimana pengembaraan Benny di negara-negara Amerika Latin. 

Semasa hidup, Benny More memang tidak hanya terkenal di Kuba, tapi juga di beberapa negara tetangga seperti Meksiko, Kolombia. Benny adalah pimpinan dan vokalis salah satu grup terkenal di Kuba. Talenta musik Benny alami. Dia tidak pernah belajar musik secara formal. Seorang yang dia pekerjakan selalu sigap berada di dekatnya untuk mencatat nada-nada yang baru saja didendangkan Benny ke dalam partitur. Komposisi itu kemudian dimainkan bersama-sama. Begitu biasanya cara Benny dan grup musiknya bekerja. 

Sekembalinya ke Negeri Cerutu pada 1952, Benny coba kembali merengkuh kejayaan di tempat asalnya. Panggung demi panggung kembali dia taklukkan. Periode 1953 hingga 1955, Benny bersama grup musiknya begitu populer sehingga membuat mereka bisa melakoni tur ke beberapa negara, termasuk Amerika. 

Tapi, sebagaimana digambarkan di film ini, Benny bukanlah sosok manusia sempurna. Dia punya gaya hidup serampangan. Dengan pesona yang dimilikinya, Benny bisa dengan mudah meniduri wanita dari satu pesta ke pesta lain. Ditambah lagi dia juga seorang alkoholik. Gaya hidup seperti itu membawa Benny perlahan-lahan menuju kehancuran. Tidak hanya kesehatannya yang terus memburuk, tapi juga kehidupannya yang berakhir tragis. 

Benny yang coba mengubah gaya hidup kemudian kembali tergoda meminum miras yang diberikan penonton di atas panggung. Tak lama kemudian, dia ambruk di panggung lalu dibawa ke rumah sakit. Selang beberapa hari nyawa Benny tak tertolong. Pada 19 Februari 1963, Benny meninggal dunia di Havana. Dia meninggal di usia terbilang muda: 43 tahun. 

Layaknya seorang pahlawan, kematian Benny ditangisi rakyat Kuba. Puluhan tahun setelah kematiannya, Benny masih dikenang sebagai salah satu musisi yang paling otentik dan dicintai rakyat Kuba. 


Patung Benny More di Kuba (Foto: miamiherald)

Sejak ditayangkan pada 2006, film El Benny merengkuh sukses di sejumlah festival seperti Locarno International Film Festival di mana sang pemeran utama, Renny Arozarena meraih penghargaan atas perannya sebagai Benny More. Film ini juga sudah sering diputar di sejumlah negara-negara lain, termasuk dalam ajang Miami International Film Festival pada Maret 2007.

Di Indonesia, film El Benny juga baru saja diputar dalam ajang Latin American Film Screening Series yang digelar sejak 16 Oktober 2018 di Empu Sendok Arts Station (ESAS), Jakarta. Selain El Benny, film Kuba lain yang diputar di ajang ini yaitu, La Edad de La Peseta (The Silly Age), Kangamba, Habanastation, dan Los Dioses Rotos. Dalam rangkaian yang digelar selama lima hari itu, film El Benny diputar pada hari terakhir sekaligus penutup acara.

(ELG)

Sistem Perdagangan Alternatif Meningkat Signifikan

JawaPos.com – Peningkatan signifikan terjadi pada transaksi Sistem Perdagangan Alternatif (SPA). Hal ini diketahui, beradasarkan hasil pembukuan PT Rifan Financindo Berjangka (RFB).

Chief Business Officer RFB, Teddy Prasetya mengatakan, tahun ini tercatat, transaksi SPA yang berhasil masuk sebesar 846.550 lot. Jumlah ini meningkat 97,36 persen dari tahun sebelumnya yang hanya 428,936 lot.

Dari seluruh transaksi yang tercatat, 68 persen diantaranya adalah SPA. Ini menjadikan sebgian besa kinerja RFB ditopang dari SPA sepanjang kuartal III tahun berjalan.

“Peningkatannya sangat signifikan. Kita menarget hingga satu juta lot sampai akhir tahun ini,” ujar Chief Business Officer RFB Teddy Prasetya, Minggu (21/10).

Hingga akhir September 2018, total nasabah baru RFB mengalami kenaikan mencapai 27,17 persen menjadi 1.961 nasabah. Ini menjadi tren positif dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 1.542 nasabah.

“Kita berpegang pada kesungguhan untuk membesarkan industri Perdagangan Berjangka Komoditi bersama regulator dan seluruh mitra kerja yang lain. Khususnya rekan-rekan media. Kami akan melaksanakan edukasi yang berkesinambungan agar masyarakat semakin paham potensi dan risiko investasi di perusahaan pialang berjangka.” tandas Teddy.

Hasil yang diperoleh, tak lepas dari kerja keras yang dilakuakn. Perusahaan pialang itu juga selalu memberikan edukasi kepada nasabahnya. Mereka akan meningkatkan Iiterasi terhadap produk investasi derivatif sekaligus memperbesar ukuran industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) seiring minat yang tinggi dari para investor.

(pra/JPC)

Izin dan Lahan Belum Rampung, Bandara Kediri Baru Dibangun Tahun Depan

JawaPos.com – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan Bandara Kediri baru bisa dimulai tahun depan. Setidaknya, ada dua masalah yang harus diselesaikan pemerintah sebelum bandara terbangun diantaranya izin dan pembebasan lahan.

Budi menyebut masalah perizinan bandara bisa diselesaikan dalam waktu satu bulan. Namun, Budi tak dapat memprediksi kapan masalah pembebasan lahan Bandara Kediri bisa selesai.

“Pembebasan tanah enggak bisa diprediksi,” ujarnya di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Jum’at (19/10).

Diakui Menhub, ada 30 persen lahan yang belum rampung. Adapun, penyebab belum rampungnya pembebasan lahan karena kendala harga. Sehingga, saat ini masih ada negosiasi soal harga lahan. Menurut Budi, hal itu lazim dalam setiap pembebasan lahan pembangunan infrastruktur seperti Bandara Kediri.

“Pembebasan (lahan) belum selesai, 30 persen (yang belum),” kata Budi

Budi menuturkan jika tak ada hambatan yang berarti proses groundbreaking bisa dilakukan paling cepat enam bulan ke depan. Ditambah lagi penyelesaian masalah administrasi tentang tata ruang atau RTRW.

(uji/JPC)